BEKASI.POJOKSATU.id - Ratusan pelajar dari SMAN 14 Kota Bekasi menggelar aksi demonstrasi setelah apel pagi pada Senin, 8 September 2025.
Aksi tersebut dipicu tuntutan transparansi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta infak pembangunan masjid yang dinilai membebani siswa.
Seorang siswa menjelaskan bahwa masjid di lingkungan sekolah justru dibongkar meski belum lama selesai direnovasi.
Baca Juga: Polisi Sebut Live Medsos Jadi Pemicu Partisipasi Massa Demo
“Masjid itu belum lama jadi, tapi sudah dibongkar. Sekarang kami tidak punya tempat ibadah lagi,” ujarnya, Rabu, 10 September 2025.
Menurutnya, sejak 2023 pihak sekolah rutin meminta infak dengan alasan pembangunan masjid. Selain itu, para siswa juga mendesak penjelasan soal penggunaan dana BOS, karena fasilitas sekolah dinilai tertinggal dibanding SMA negeri lain di Bekasi.
“Kami ingin tahu dana BOS dipakai untuk apa. Bahkan teman-teman yang ikut lomba sering kesulitan izin dan dana, sampai harus bayar pakai uang pribadi,” tegasnya.
Baca Juga: Penghasilan Anggota DPRD Kota Bekasi, Dari Uang Representasi Hingga Tunjangan Puluhan Juta Rupiah
Keluhan siswa tak berhenti di situ. Mereka mengungkap adanya pungutan bulanan serta biaya pengambilan kartu ujian sebesar Rp350 ribu untuk jalur prestasi.***
“Selama ini disebut sumbangan, tapi kenyataannya memberatkan. Itu pun baru berhenti setelah KDM jadi Gubernur Jabar,” tutur salah satu siswa.***




