BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat tengah merencanakan revitalisasi Kalimalang menjadi destinasi wisata baru. Nantinya, aliran Kalimalang akan difungsikan sebagai jalur perahu wisata sekaligus kawasan kuliner bagi masyarakat.
Menanggapi rencana tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, mengingatkan sejumlah hal penting yang harus diantisipasi. Menurutnya, kualitas air Kalimalang berpotensi terganggu oleh aktivitas wisata, seperti perahu, tumpahan bahan bakar, hingga sampah.
Wildan menekankan agar desain jembatan dan dermaga sesuai aturan teknis, memperhitungkan risiko banjir, serta tidak mengganggu fungsi utama sungai.
Ia juga menilai perlu adanya kerja sama lintas wilayah yang jelas antara Pemkot Bekasi, Perum Jasa Tirta (PJT) II, dan Pemprov DKI Jakarta untuk menghindari tarik ulur kepentingan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perencanaan pengelolaan sampah dan lalu lintas, mengingat Jalan Kalimalang merupakan jalur padat kendaraan.
Baca Juga: Korban Pelecehan Seksual di SMPN 13 Bekasi Dapat Pendampingan Pemkot
“Tanpa perencanaan matang, Kalimalang bisa cantik di brosur, tapi kumuh di lapangan,” ujarnya.
Meski begitu, Wildan melihat peluang positif dari pengembangan wisata air Kalimalang, seperti pembukaan ruang publik hijau serta pemberdayaan UMKM kuliner, seni, dan kerajinan dengan konsep ramah lingkungan.
Ia juga menilai proyek ini bisa menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga sumber air baku.
“Lebih dari 85 persen pasokan air bersih untuk DKI Jakarta bergantung pada aliran Jatiluhur–Kalimalang. Artinya, keberlangsungan hidup jutaan orang sangat ditentukan oleh sungai ini,” tutup dia.***




