BEKASI.POJOKSATU.ID - Sorotan terhadap isi paket Makanan Bergizi Gratis mendorong SPPG Kranji I melakukan evaluasi menyeluruh demi memastikan kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa benar-benar layak dan sesuai standar.
Upaya perbaikan ini dilakukan menyusul berbagai masukan dari orangtua serta perhatian publik terhadap program tersebut.
Sebagai mitra Badan Gizi Nasional, Yayasan Kasih Persada Nusantara turun langsung meninjau pendistribusian MBG di SDN Bintara II, Kecamatan Bekasi Barat, Rabu 3 Maret 2026.
Baca Juga: Wamen PANRB: Sistem Merit Fondasi Birokrasi Profesional Menuju World Class Bureaucracy 2045
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan paket yang disalurkan SPPG Kranji I tepat sasaran dan aman dikonsumsi siswa.
PIC Yayasan Kasih Persada Nusantara, Fandi Achmad Maulana, menegaskan bahwa evaluasi menjadi langkah penting dalam memperbaiki kualitas layanan.
“Kita memastikan betul bahwa makanan yang sudah disiapkan itu harus tepat dan layak sampai ke penerima manfaat. Hari ini Yayasan Kasih Persada Nusantara tepatnya SPPG Kranji I turun langsung, ke depan kita akan pastikan dan berkomitmen untuk terus menjadi lebih baik,” ujar Fandi, dikutip dari Radar Bekasi, 5 Maret 2026.
Baca Juga: Hadiri Sosialisasi Permen PANRB 19/2025, Sekda Kota Bekasi Tegaskan Penguatan Sistem Merit
Menurutnya, program MBG tidak boleh berhenti pada distribusi semata, melainkan harus terus diperbaiki hingga memenuhi harapan bersama.
Ia mengakui adanya berbagai masukan dari orangtua dan pihak sekolah yang menjadi bahan evaluasi.
“Karena sejatinya program ini perlu terus dilakukan perbaikan hingga mencapai hal-hal yang kita harapkan bersama. Contohnya tidak ada lagi namanya kasus keracunan, tidak ada lagi orangtua murid memprotes terkait isian menu, itu semua butuh evaluasi-evaluasi di lapangan,” tegasnya.
Baca Juga: Hari Pertama Dibuka, Motis 2026 Langsung Diserbu Pemudik, Stasiun Bekasi Dipadati Antrean
Selama berada di sekolah, Fandi berdialog langsung dengan penanggung jawab program serta orangtua siswa guna menyerap aspirasi.
Evaluasi tersebut mencakup kualitas bahan makanan, komposisi gizi, hingga sistem distribusi agar tetap segar dan aman dikonsumsi.
Saat ini, menu MBG yang dibagikan terdiri dari susu satu liter, keju, dua telur rebus, dua pisang ambon, dan roti tawar untuk menu kecil.
Sementara menu besar mendapat tambahan kornet sapi. Fandi memastikan bahwa komposisi tersebut telah melalui koordinasi dengan ahli gizi.
“Terkait dengan menu, kami selaku yayasan atau mitra itu selalu berkoordinasi dengan ahli gizi, apa saja yang direkomendasikan oleh ahli gizi,” ujarnya.
Selain kualitas menu, transparansi anggaran juga menjadi perhatian. Untuk menu besar, total anggaran Rp15 ribu dengan rincian Rp10 ribu bahan baku, Rp2 ribu insentif fasilitas mitra, dan Rp3 ribu operasional.
Adapun menu kecil mengalokasikan Rp8 ribu bahan baku, Rp2 ribu insentif fasilitas, dan Rp3 ribu operasional.
Penanggung jawab MBG di SDN Bintara II, Ahmad Lauhil Mahfudz, mengapresiasi langkah evaluasi yang dilakukan.
Baca Juga: DPRD Bekasi Minta Pasar Bintara Dikembalikan ke Khitah, Lindungi Pedagang Tradisional
“Alhamdulillah menu MBG hari ini sangat sesuai apa yang diinginkan oleh pihak sekolah dan orangtua murid. Yang terpenting ada susu dan intinya makanya layak, itu saja keinginan orangtua,” ungkapnya.
Ke depan, SPPG Kranji I berkomitmen memperketat pengawasan dan memastikan distribusi kembali sesuai rekomendasi, yakni maksimal tiga hari sekali.
Evaluasi berkelanjutan diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menjamin keamanan dan kualitas program MBG bagi siswa.***




