BEKASI.POJOKSATU.id – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengungkapkan Pemerintah Kota Bekasi melakukan efisiensi anggaran hampir Rp500 miliar sebagai langkah menyesuaikan kondisi fiskal sekaligus memastikan belanja daerah lebih tepat sasaran.
Menurut Tri, berbagai penghematan dilakukan pada pos belanja yang dinilai tidak mendesak sehingga anggaran dapat difokuskan untuk pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
“Efisiensi kita hampir Rp500 miliar. Biasanya sekitar Rp7 triliun, sekarang menjadi sekitar Rp6,5 triliun. Ada beberapa yang kita kurangi, seperti snack dan kopi, termasuk pelaksanaan upacara yang tidak lagi menggunakan tenda. Pemerintah harus mengalah, karena uang yang berasal dari masyarakat harus kita kembalikan lagi kepada masyarakat,” jelasnya, Kamis, 13 Agustus 2026.
Ia menambahkan, setiap program pembangunan di tingkat kewilayahan harus memiliki arah yang jelas. Dukungan anggaran sebesar Rp100 juta, menurutnya, harus digunakan berdasarkan kebutuhan paling mendesak di masing-masing wilayah.
“Rp100 juta itu harus punya perencanaan. Mana yang menjadi prioritas di wilayah, itu yang harus kita kerjakan. Jangan sampai semua ingin dikerjakan tetapi tidak ada yang optimal,” katanya.
Tri juga menilai program Lingkar Keren dapat menjadi wadah bagi kecamatan dan RW untuk mengidentifikasi berbagai persoalan lingkungan serta menyusun solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Lingkar Keren ini harus menjadi upaya untuk menjawab persoalan di masing-masing wilayah. Semua kecamatan dan RW bisa memanfaatkan program ini, sehingga apa yang menjadi masalah di lingkungan bisa kita carikan jawabannya bersama,” pungkasnya.
Ia berharap setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui pembangunan yang terencana, tepat sasaran, dan berkelanjutan.***




