BEKASI.POJOKSATU.ID - Sudarsono resmi mengemban amanah sebagai Camat Bekasi Barat setelah dilantik bersama 44 pejabat lainnya dalam rotasi dan mutasi pejabat Pemerintah Kota Bekasi, Jumat 6 Februari 2026.

Mengawali masa tugasnya, Sudarsono langsung menegaskan fokus utama kepemimpinannya, yakni penanganan banjir yang hingga kini masih menjadi persoalan klasik di wilayah Bekasi Barat.

Wilayah yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Jakarta tersebut kerap dilanda genangan saat intensitas hujan tinggi.

Baca Juga: Wacana Pilkada Tak Langsung Dibahas DPR, KPU Bekasi Pilih Menunggu Keputusan Pusat

Menurut Sudarsono, persoalan banjir tidak bisa ditangani secara parsial dan memerlukan keterlibatan banyak pihak, baik pemerintah daerah, lintas perangkat daerah, hingga masyarakat.

“Adapun misi ke depan sebagai Camat Bekasi Barat, yang pertama adalah menangani permasalahan banjir. Ini tidak bisa ditangani oleh kecamatan semata, tapi oleh stakeholder dan pemerintah Kota Bekasi,” ujar Sudarsono.

Pengalaman memimpin wilayah bukan hal baru bagi Sudarsono. Sebelum menjabat Camat Bekasi Barat, ia merupakan Sekretaris Camat Pondokmelati dan pernah menjadi Lurah Bintara, Kecamatan Bekasi Barat.

Baca Juga: Layanan Publik Masuk Mall, Ribuan Warga Manfaatkan MPP di Lotte Mart dan Aeon Mall

Saat memimpin Kelurahan Bintara, wilayah tersebut berhasil meraih juara pertama kinerja kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2021 dan juara kedua tingkat regional Jawa dan Bali pada 2022.

Berbekal pengalaman tersebut, Sudarsono mengaku sudah cukup memahami karakter wilayah Bekasi Barat, termasuk titik-titik rawan banjir dan persoalan lingkungan yang menyertainya.

Ia menilai upaya penanganan banjir harus dibarengi dengan perbaikan sistem drainase, pengelolaan lingkungan, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

Baca Juga: Masjid Bukan Sekadar Tempat Ibadah, DMI Tambun Selatan Dorong Pusat Peradaban Umat

Selain banjir, Sudarsono juga menyoroti persoalan sampah yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan terjadinya genangan air.

Ia berkomitmen untuk mendorong penanganan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Penanganan banjir ini juga tidak lepas dari persoalan sampah. Karena itu, kami akan fokus pada penanganan sampah sekaligus menyelaraskan program kecamatan dengan program yang dicanangkan Wali Kota Bekasi,” katanya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pemetaan dan mitigasi terhadap berbagai persoalan yang terjadi di wilayah Bekasi Barat.

Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis pada kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Pintu Terkunci dan Bau Menyengat, Ini Kronologi Penemuan Mayat Pegawai RSPAU di Pondok Gede

Tak hanya itu, Sudarsono juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pembenahan internal, penataan sumber daya manusia, serta penerapan standar operasional prosedur menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Perbaikan secara internal, baik di kecamatan maupun di tingkat kelurahan, termasuk menata SDM untuk menopang pelayanan kepada masyarakat, dipastikan sesuai dengan SOP agar masyarakat merasa nyaman,” pungkas Sudarsono.***