BEKASI.POJOKSATU.id - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan duka mendalam atas musibah kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, yang terjadi pada Rabu malam, 1 April 2026.
Dalam peristiwa tersebut, tercatat sebanyak 17 orang mengalami luka bakar serius dengan tingkat keparahan di atas 50 persen. Selain itu, sedikitnya 14 rumah warga ikut terdampak dan terbakar akibat kobaran api.
Melalui pernyataan di akun Instagram pribadinya @mastriadhianto pada Kamis, 2 April 2026, Tri mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi para korban yang saat ini masih menjalani perawatan intensif.
Baca Juga: Polisi Selidiki Ledakan dan Kebakaran SPBE Cimuning, Libatkan Tim Labfor
“Duka mendalam saya untuk warga Cimuning yang terdampak kebakaran SPBE. Doa saya selalu untuk para korban yang kini masih berjuang dalam perawatan intensif, semoga lekas pulih,” ujar Tri, Kamis, 2 April 2026.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan melakukan koordinasi lintas instansi guna memastikan penanganan berjalan optimal.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe juga telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
Tri turut mengapresiasi kerja keras tim pemadam kebakaran yang berjibaku memadamkan api selama lebih dari enam jam. Ratusan personel dan puluhan armada dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas.
Baca Juga: Kebakaran SPBE Cimuning Lukai 15 Orang, Sebagian Alami Luka Bakar Parah
“Terima kasih kepada seluruh petugas Damkar, BPBD, PMI, TNI, Polri, dan relawan yang telah bekerja tanpa henti,” tambahnya.
Saat ini, proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih berlangsung. Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh warga terdampak akan mendapatkan pendampingan serta bantuan yang dibutuhkan selama masa pemulihan.




