BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan moda transportasi umum yang aman dan nyaman bagi masyarakat melalui layanan Bus Trans Beken.

Arahan tersebut disampaikan Wali Kota Bekasi agar Dinas Perhubungan melakukan optimalisasi dan pembenahan berkelanjutan terhadap operasional layanan.

Sejak resmi beroperasi pada 10 Februari lalu, Trans Beken menunjukkan tren positif dengan tingkat okupansi yang meningkat signifikan.

Baca Juga: Di Tengah Luka Banjir, Bantuan Baznas Bekasi Hidupkan Kembali Tradisi Meugang dan Optimisme Warga

Namun, pemerintah daerah menilai capaian angka penumpang bukanlah tujuan akhir, melainkan indikator awal keberhasilan program transformasi transportasi publik di Kota Bekasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi pelayanan maupun operasional.

Ia menegaskan, pembenahan dilakukan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran moda transportasi umum terpadu tersebut.

Baca Juga: Okupansi Naik 43,8 Persen, Trans Bekasi Keren Didorong Jadi Solusi Kemacetan Kota

“Sebagaimana yang sudah disampaikan oleh pimpinan, dari Pak Wali Kota menyampaikan, agar melakukan pembenahan dan pengoptimalan dalam mendukung Moda Transportasi Umum yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Zeno, Rabu 18 Februari 2026.

Menurutnya, kehadiran Trans Beken bukan sekadar menambah armada angkutan umum, tetapi menjadi bagian dari strategi besar pembangunan kota.

Transportasi publik yang tertata dinilai berperan penting dalam mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi mobilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Baca Juga: Jalan Berlubang dan Drainase Jebol, Pemkab Bekasi Kebut Izin Kemendagri Demi Keselamatan Warga

Rute Terminal Induk Bekasi-Harapan Indah pulang-pergi yang saat ini dilayani menjadi koridor strategis penghubung pusat aktivitas warga.

Dengan pelayanan yang konsisten dan tepat waktu, diharapkan masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Zeno mengingatkan bahwa peningkatan jumlah penumpang harus diimbangi dengan kualitas pelayanan.

“Trend yang sangat baik, tapi trend baik ini tidak serta-merta kita berpuas dengan angka. Karena angka adalah alat, angka bukan tujuan akhir. Angka ini hanya menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat tinggi,” katanya.

Dalam konteks pembangunan perkotaan, transportasi publik yang aman dan nyaman menjadi fondasi penting bagi kota modern.

Baca Juga: Pemkot Bekasi Perkuat Budaya Inovasi Usai Perda Inovasi Daerah Disahkan

Kota Bekasi yang terus berkembang sebagai kawasan penyangga Jakarta menghadapi tantangan mobilitas yang kompleks, mulai dari kemacetan hingga tingginya penggunaan kendaraan pribadi.

Dengan optimalisasi Trans Beken, pemerintah daerah berharap tercipta sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Evaluasi rutin, peningkatan standar keselamatan, serta perbaikan fasilitas penunjang menjadi fokus utama agar layanan ini mampu bertahan dalam jangka panjang.

Transformasi transportasi publik tidak hanya soal armada baru, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang profesional.

Jika konsistensi pembenahan terus dijaga, Trans Bekasi Keren berpotensi menjadi tulang punggung mobilitas warga sekaligus simbol komitmen Pemkot Bekasi dalam membangun kota yang lebih tertib, ramah, dan berkelanjutan.***