BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bekasi mulai merasakan dampak positif dari kebijakan efisiensi yang diterapkan bersamaan dengan Work From Home (WFH).
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa salah satu langkah efisiensi, yakni pembatasan lembur pegawai, mampu menghemat anggaran hingga Rp100–Rp120 juta per bulan.
“Dari hasil evaluasi sementara, kebijakan pembatasan lembur ini mampu menghemat anggaran sekitar Rp100 hingga Rp120 juta per bulan,” jelas dia, Jumat, 10 April 2026.
Ia menambahkan bahwa perhitungan dampak efisiensi dari kebijakan WFH masih terus dikaji, baik dari sisi anggaran maupun efektivitas kinerja ASN.
Baca Juga: Wamendagri Tinjau WFH di Bekasi, Tri Adhianto Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal
“Kami akan terus menghitung secara optimal dampak dari kebijakan WFH ini, baik dari sisi efisiensi anggaran maupun efektivitas kinerja ASN,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bima Arya Sugiarto menilai kebijakan tersebut sebagai langkah positif yang perlu dioptimalkan dengan strategi yang tepat di masing-masing daerah.
Ia menekankan pentingnya penyesuaian kebijakan sesuai kondisi daerah agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyempurnakan implementasi WFH ke depan, sehingga lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.***




