BEKASI.POJOKSATU.id - Polsek Bekasi Selatan kini tengah menyelidiki kasus penemuan mayat perempuan tua di kediamannya sendiri, Sabtu, 20 Januari 2024.

Korban bernama Ani, 82 tahun. Dia tinggal seorang diri di sebuah rumah di Jalan Gang Nangka, RT 5, RW 6, Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Bagaimana kronologi hingga korban ditemukan dengan kondisi mengenaskan oleh keponakannya sendiri? Simak keterangan Ketua RT 3 Yuda Pratama yang turut menyaksikan kondisi korban sebelum polisi datang.

Baca Juga: Korban Pembunuhan di Margajaya Berusia 82 Tahun dan Tinggal Seorang Diri

Yuda mengatakan keluarga korban tidak dapat menghubungi korban sejak hari Jumat, 19 Januari 2024.

Hal itu menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga. Untuk memastikan bahwa tidak ada kejadian buruk, keponakan korban datang ke rumah itu.

Rumah korban dipagar besi pada bagian depan. Jarak dari pagar hingga ke bangunan, berdasarkan perhitunggan Google Maps sejauh 15 meter.

Bangunan rumah itu agak tertutup pepohonan yang rimbun karena di bagian kirinya adalah kebun.

"Keponakan korban mengetok pintu sekitar setengah jam, tetapi tidak ada jawaban dari dalam rumah," jelas Yuda kepada awak media, Sabtu, 20 Januari 2024.

Karena tidak kunjung ada jawaban, keponakan korban menelusuri rumah korban dari belakang. Belakang rumah korban adalah kebun.

Baca Juga: Ceceran Darah Berujung Penemuan Mayat Perempuan di Ruang Tamu, Ketua RT Beri Kesaksian

"Saat itu, keponakan korban kaget, karena pintunya sudah dalam posisi terbuka," ucap Yuda.

Yuda melanjutkan keponakan korban kemudian memanggil masyarakat untuk melihat kondisi korban yang sudah tidak bergerak serta berlumuran darah.

"Saya memberanikan diri untuk memastikan kebenarannya. Benar bahwa korban meninggal dengan banyak darah. Setelah itu kita keluar lagi (dari rumah, Ed)," ujar dia.

Polres Metro Bekasi Kota dan Polsek Bekasi Selatan masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk memastikan korban meninggal dunia.

Korban tinggal seorang diri di rumah itu. Dia tidak punya anak. Satu-satunya keluarga di Bekasi adalah keponakannya.***