BEKASI.POJOKSATU.id - Polres Metro Bekasi mengungkapkan bahwa korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru ngaji Ponpes Al Qonaah bertambah menjadi empat orang.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Sang Ngurah Wiratama, menjelaskan, satu korban aksi pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru ngaji tersebut sudah dinikahi pelaku bernama Sudin.

"Total korban ada 4 (orang), dari anaknya total sudah melakukan hubungan ini terhadap dua korban sebanyak 10 kali, kemudian bapaknya sudah melakukan ini sebanyak tujuh kali terhadap dua korban," ungkap Wiratama, Rab,  2 Oktober 2024.

Wiratama menyebutkan, bukan hanya pelecehan seksual saja, pelaku juga sudah melakukan hubungan badan kepada para korbannya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Modus Pencabulan oleh Guru Ngaji di Bekasi

Ia menjelaskan, untuk korban terakhir yang berhasil ditemukan ini, awalnya korban melakukan curhat kepada pelaku dan merasa nyaman.

"Karena posisinya dia lagi butuh tempat curhat, dia menceritakan kepada si bapak atau si guru ngaji itu," ujar dia.

"Yang bersangkutan nyaman untuk bercerita, sehingga akhirnya mau dinikahi di tempat ngaji tersebut, hingga akhirnya juga mau disetubuhi dan lain sebagainya," tambah dia.

Wiratama menerangkan, korban yang sudah dinikahin oleh pelaku berinisial S dan masih berusia 15 tahun. ***