BEKASI.POJOKSATU.id - Seorang gadis ABG berinisial S (13) menjadi korban pencabulan. Pelaku merupakan seorang pria berusia 30 tahun, yang juga pelatih futsal korban.

Berdasarkan informasi yang diterima bekasi.pojoksatu.id, pencabulan tersebut terjadi di lapangan futsal yang ada di Kampung Pule, Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi.

Aksi bejat pelatih futsal tersebut terungkap setelah salah satu orang tua korban mendesak untuk menceritakan aksi yang dilakukan oleh pelaku.

“Awalnya anak saya main futsal, udah lama juga dia (korban) main futsal. Kata anak saya, pas awal kejadian itu pelatih itu nyuruh bilang anterin jersey ke atas sebentar,” jelas AW selaku orang tua korban, pada Selasa, 22 Oktober 2024.

Baca Juga: Wanita asal Bekasi Timur Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Pengendara Ojek Online

AW mengatakan, saat ini putrinya masih berstatus pelajar dan duduk di bangku kelas 7 SMP. Aksi bejat tersebut sudah dua kali dilakukan.

Kejadian pertama terjadi pada bulan November 2023, saat korban masih berumur 12 tahun atau masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar (SD).

“Katanya di bulan Oktober-November gitu, seingatnya itu dilakukan 2 kali. Soalnya dia (korban) sempat diancamnya 2 kali,” ucap dia.

Parahnya lagi, pelaku sengaja merekam aksi bejatnya untuk mengancam korban supaya tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain.

Baca Juga: Pelecehan Seksual terhadap Santriwati, Pelaku Modus Ajari Korban Mengaji Secara Privat

“Anak saya nolak, banyak anak-anak yang lain, yang lain aja, terus kata pelatihnya nggak apa-apa sebentar aja. Terus posisi baju jerseynya dibuntel-buntel bulet gitu. Pas naik ke atas mau ditaruh baju jerseynya, kata anak saya gelap berasa sudah nggak sadar. Gitu. Mungkin dari situ kejadiannya,” ujar dia.

Tidak hanya di lapangan futsal, pelaku juga melakukan aksi bejat tersebut di sebuah rumah dan direkam oleh pelaku sendiri.

“Anak saya nggak tau ya, posisinya mungkin anak saya pas dilecehin itu nggak sadar. Terus ada yang ke rumah, nanya ini anak ibu bukan di video ini begitu, pas saya liat benar anak saya lagi dilecehkan sama pelaku itu,” tutur AW.

Tidak hanya satu korban, AW menduga sekurangnya ada 10 korban anak perempuan berusia 13 tahun yang telah menjadi korban nafsu bejat pelaku.

Baca Juga: Aksi Pelecehan Seksual oleh Guru Ngaji Ponpes Al Qonaah, Enam Santri Jadi Korban

Dari 10 orang korban, kata dia, baru sekitar 3 orang yang sudah membuat laporan ke pihak kepolisian Polres Metro Bekasi.

“Udah baru masuk BAP katanya divisum, nanti suruh nunggu kabar lagi dari Polres. Tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi,” tutur dia.

AW berharap kasus yang dialami putri pertamanya itu bisa ditangani serius oleh pihak kepolisian, dan pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya.

“Saya mau diadili seadil-adilnya, dihukum seberat-beratnya. Masa depan anak saya berantakan, jadi minder gara-gara video itu, jadi trauma,” tegas dia. ***