BEKASI.POJOKSATU.id - Peristiwa memilukan terjadi di Bekasi Timur. Seorang ibu, Meilanie Setiya Ningsih, menjadi korban kekerasan oleh anak kandungnya sendiri, Muhammad Ichsan Ezra Chandra (23 tahun), hanya karena tidak mampu memberikan uang sebesar Rp30 ribu yang diminta sang anak untuk nongkrong.
Meilanie yang tinggal di Perumahan Irigasi, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, mengaku hanya bekerja serabutan demi menyambung hidup. Ia membantu usaha katering milik tetangganya dengan upah kecil.
“Setiap bungkus saya hanya dibayar Rp1.000 sampai Rp2.000. Paling besar cuma bisa bawa pulang Rp25 ribu sehari,” ungkap Meilanie kepada awak media, Senin, 23 Juni 2025.
Baca Juga: Gara-Gara Tak Diberi Uang Rp30 Ribu, Seorang Pemuda di Bekasi Aniaya Ibu Kandungnya
Penganiayaan terjadi pada Rabu siang, 18 Juni 2025 sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, Ezra memaksa meminta uang kepada ibunya. Namun karena tidak punya uang, Meilanie menolak.
“Saya bilang, bunda nggak punya uang. Tapi dia tetap maksa dan bilang, ‘siapa suruh nggak punya uang’,” ucapnya.
Tak terima keinginannya ditolak, Ezra kemudian menyerang ibunya secara brutal. Bagian kepala, paha, tangan, dan kaki Meilanie menjadi sasaran pukulan dan tendangan. Tak hanya itu, Ezra juga merusak lemari kaca di teras rumah.
Baca Juga: Polisi Ringkus Lima Remaja Terlibat Tawuran di Rawa Bambu Bekasi Utara
Meilanie tak kuasa menahan tangis. Ia merasa gagal sebagai orang tua karena tidak mampu membimbing anaknya menjadi pribadi yang lebih baik.
“Saya pisah dari ayahnya sejak dia kecil. Dia sering bilang kenapa hidupnya nggak seperti anak-anak lain yang punya keluarga utuh dan hidup berkecukupan,” kenang Meilanie.
Menurutnya, Ezra memang kerap menunjukkan sikap kasar, apalagi ketika keinginannya tidak terpenuhi.
“Itu yang paling parah. Dia marah besar, memukul dan menendang saya berkali-kali,” tutupnya dengan suara lirih.***




