BEKASI.POJOKSATU.ID - Penemuan mayat pria tanpa identitas di Kali Sekunder Perumahan Villa Gading Harapan, Desa Satriamekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, masih menyisakan misteri.

Polisi menemukan luka sobek di bagian wajah korban, namun hingga kini penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan.

Jenazah pertama kali ditemukan warga pada Senin 2 Maret 2026 dan langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Baca Juga: Komitmen Pemkot Bekasi Perkuat UMKM, Ketua TP PKK Wiwiek Hargono Buka Bazar Ramadan 1447 H di Wisma Asri

Sejak saat itu, aparat Polsek Tambun Selatan melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap identitas korban sekaligus penyebab kematiannya.

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, mengatakan dari hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban ditemukan adanya luka di bagian pelipis kanan.

Luka tersebut berada tepat di atas alis dan berbentuk sobekan, namun kondisinya tidak terlalu dalam.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Soroti Penghentian WiFi Gratis, Dinilai Bertentangan dengan Perda Smart City

“Dari hasil pemeriksaan luar jenazah itu ditemukan ada sedikit luka di pelipis kanannya, di atas alis itu ada luka sobek, namun tidak dalam,” kata Wuriyanti, dikutip dari Radar Bekasi, Kamis 5 Maret 2026.

Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan apakah luka tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian korban.

Untuk memastikan hal tersebut, aparat kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari dokter bedah forensik.

Baca Juga: Tri Adhianto Dukung Bekasi City FC Tembus Liga 1

Menurut Wuriyanti, proses autopsi sangat penting untuk mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia, termasuk kemungkinan adanya unsur kekerasan.

“Penyebab kematian harus melalui autopsi, nanti dokter bedah forensik yang menyampaikan,” ujarnya.

Selain menyelidiki dugaan penyebab kematian, polisi juga masih berupaya mengungkap identitas korban.

Upaya identifikasi melalui sidik jari telah dilakukan dengan menggunakan alat pencocokan data kependudukan elektronik, namun hingga kini belum membuahkan hasil.

Polisi menduga kegagalan identifikasi tersebut bisa disebabkan oleh kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan sehingga jaringan kulit pada jari tidak dapat terbaca dengan jelas.

Baca Juga: Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di KM 93 Tol Cipularang, Dua Tewas

“Sampai dengan hari ini kami belum dapat menyimpulkan siapa identitas dari jenazah yang kita temukan tempo hari. Kami sudah berupaya dengan pengenalan melalui sidik jari menggunakan alat, namun demikian tidak menunjukkan hasil yang identik dengan identitas seseorang,” kata Wuriyanti.

Dari pemeriksaan awal, korban diketahui memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter dengan berat badan sekitar 80 kilogram serta rambut lurus dan rapi.

Saat ditemukan, korban mengenakan batik sekolah bertuliskan SMP di Jakarta Timur, kaos bertuliskan “Family Gathering 2014 PT Manggul Jaya”, serta jaket training.

Baca Juga: Polytron Tembus Pasar Mobil Listrik Nasional, Penjualan Lampaui Sejumlah Merek Global

Di saku celananya, polisi juga menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya pisau cutter bergagang biru dan uang tunai sebesar Rp63 ribu.

Untuk mempercepat pengungkapan identitas, polisi telah berkoordinasi dengan sejumlah wilayah, termasuk Polres Metro Jakarta Timur dan Polres Metro Bekasi Kota.

Polisi bahkan menelusuri tulisan pada pakaian korban dengan mendatangi SMPN 158 Jakarta Timur.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Dukung Semangat Wirausaha Siswa SLB

Namun hasil pengecekan menunjukkan tidak ada laporan siswa hilang dari sekolah tersebut.

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak SMPN 158 Jakarta Timur, ternyata dari sekolah tersebut menyatakan bahwa tidak ada siswa yang hilang,” tegasnya.

Saat ini jenazah masih disemayamkan di RSUD Kabupaten Bekasi sambil menunggu kemungkinan adanya pihak keluarga yang datang melapor.

Jika dalam waktu dekat tidak ada yang mengklaim, polisi berencana merujuk jenazah tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut.***