BEKASI.POJOKSATU.id – Sebanyak delapan remaja dari kelompok yang dikenal dengan nama Enjoy Warmih berhasil diamankan Tim Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota, saat mereka diduga hendak melakukan aksi tawuran di wilayah Kota Bekasi.

Kepala Satuan Samapta Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Hotman Hutajulu mengungkapkan, para remaja tersebut diamankan di Jalan Perjuangan, tepat ketika anggota sedang melakukan patroli rutin.

"Pada saat melakukan patroli di wilayah Perjuangan, kami mendapatkan para remaja yang sedang berkumpul," ujar Hotman, Rabu, 26 November 2025.

Baca Juga: Empat Remaja Dari Gengster Kampung Jatiasih Diringkus Polisi Saat Ingin Tawuran

Saat petugas menghampiri, lanjut Hotman, kelompok remaja itu langsung berusaha kabur, sehingga polisi kemudian melakukan pengejaran di lokasi.

"Kami melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan delapan orang remaja yang ingin melakukan aksi tawuran," kata dia.

Hotman juga menjelaskan bahwa para remaja yang diamankan memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari pelajar hingga pekerja, dengan usia termuda 15 tahun. Dua di antaranya, MKA (14 tahun) dan AYKP (16 tahun), tercatat masih berstatus sebagai pelajar.

Baca Juga: Edarkan Narkoba Jenis Sabu-sabu, Dua Pria Diciduk Polisi Di Bekasi

Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita barang bukti berbahaya, yakni 4 (empat) celurit dan 3 (tiga) sepeda motor (KR2) yang diduga akan digunakan saat tawuran.

"Polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berbahaya, termasuk 4 (empat) buah celurit dan 3 (tiga) unit kendaraan bermotor (KR2) yang diduga digunakan untuk tawuran," jelas Hotman.

Usai diamankan, para remaja bersama senjata tajam tersebut langsung diserahkan ke Piket Reskrim Polres Metro Bekasi Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga: Korban Pengeroyokan Takut Sekolah Kembali Usai Mendapatkan Ancaman Akan Dibunuh

Polisi memastikan kegiatan pencegahan ini berjalan aman, dan situasi di sekitar Stasiun Bekasi Kota kembali kondusif.

Melalui insiden ini, Polres kembali menegaskan komitmen menjaga keamanan wilayah, sekaligus mengingatkan bahwa patroli pencegahan akan terus dilakukan demi menekan potensi gangguan ketertiban di tengah masyarakat urban.***