BEKASI.POJOKSATU.id - Dimas Albian, korban pencurian motor berkedok informasi lowongan kerja di Desa Babelan Kota berharap pelaku segera ditangkap.
Laporan Dimas akhirnya dapat diterima Polsek Babelan dengan nomor LP/B/317/VI/2024/SPKT/POLSEK BABELAN/ RESTRO BEKASI/POLDA METRO JAYA pada Rabu, 19 Juni 2024, malam. Padahal, dia sudah mencoba melapor sejak siang hari.
Dimas menjelaskan dia datang ke Babelan Kota, tepatnya di gang depan Koramil Babelan, RT 24 RW 3, setelah mendapat share location dari pelaku.
Baca Juga: Kronologi Pencurian Motor di Babelan Kota, Berawal dari Loker di Facebook
"Memang awalnya saya dipersulit untuk membuat laporan kepolisian, tapi setelah begitu lama berdebat laporan saya akhirnya diterima oleh kepolisian," ungkap Dimas kepada bekasi.pojoksatu.id, Kamis, 20 Juni 2024.
Dirinya meminta kepada pihak kepolisian agar dapat bergerak cepat untuk mengamankan pelaku penipuan lowongan pekerjaan tersebut.
"Saya sangat berharap agar pihak kepolisian bergerak cepat, agar pelaku tidak melakukan aksinya kembali," demikian kata dia.
Dimas menjelaskan, bahwa semua bukti-bukti dan rekaman CCTV sudah diserahkan kepada pihak kepolisian, ini dilakukan agar memudahkan untuk melakukan penangkapan.
Baca Juga: Anggota Dishub Dilarang Mencari Kesalahan Sopir Angkutan Barang
"Semua bukti-bukti kejahatan sudah dilakukan dan bahkan ketua RT sebagai lingkungan sudah dimintai keterangan, tinggal pihak kepolisian saja yang harus bergerak," tutup dia.
Dari rekaman CCTV yang beredar tampak pelaku membawa motor Honda BeAT putih ke dalam sebuah kontrakan yang berada di dalam gang.
Dari rekaman kamera CCTV lainnya, tampak dua orang keluar dari kontrakan itu membawa motor pelaku. Dugaan sementara, dua orang itu merupakan penadah. Dengan kata lain, motor korban yang awalnya ada di kontrakan pelaku sudah keluar entah ke mana.
Berdasarkan sumber bekasi.pojoksatu.id, tempat pelaku tinggal tidak jauh dari Polsek Babelan. Kejadian dengan modus serupa ini pun disebut-sebut sudah terjadi sebelumnya, dengan pelaku yang diduga orang yang sama.
Korban berharap polisi dapat bertindak cepat.***




