JAKARTA, POJOKSATU.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengevaluasi pelayanan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menyusul insiden tertahannya 34 jemaah umrah asal Bekasi dan Jakarta di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin, 5 Oktober 2026.
Kepala Subdirektorat Pengawasan Umrah Kemenhaj, Andi Muhammad Taufik, menyatakan bahwa pihak pusat langsung berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Sumatera Utara untuk memantau penanganan para jemaah di lapangan.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, Subdit Pengawasan Umrah langsung berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara," ujar Andi saat dikonfirmasi, Jumat, 9 Oktober 2026.
Penanganan darurat dilakukan bersama pengurus travel cabang Bekasi dan pihak layanan bandara. Selama tertahan, para jemaah mendapatkan fasilitas konsumsi dan ruang tunggu sebelum akhirnya diterbangkan menuju Jakarta menggunakan armada Citilink dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada malam harinya.
Kendati para jemaah telah dipulangkan ke Jakarta, Kemenhaj menegaskan bahwa insiden ini tetap menjadi catatan pengawasan yang serius. Pihak travel dinilai lalai dalam menjaga koordinasi serta memberikan kepastian penerbangan.
"PPIU bertanggung jawab memastikan jemaah memperoleh informasi perjalanan yang jelas, kepastian penerbangan, pelayanan, konsumsi, serta pendampingan ketika terjadi kendala operasional," tegas Andi.
Buntut dari kejadian ini, Kemenhaj telah memanggil dan meminta laporan tertulis secara resmi dari biro perjalanan terkait, yakni Lamahu Tour & Travel. Travel diminta melampirkan data tiket, manifes jemaah, kronologi keberangkatan, serta bukti komunikasi resmi dengan peserta umrah.
Selain itu, Kemenhaj mendesak pihak travel menunjuk penanggung jawab operasional yang mengatur penerbangan dari Medan menuju Jakarta guna memverifikasi penyebab pasti keterlambatan.
Pemerintah memastikan bakal mengawal pemenuhan hak-hak jemaah dan memantau kewajiban travel agar insiden serupa tidak terulang kembali pada penyelenggaraan ibadah umrah mendatang.





