BEKASI.POJOKSATU.id - Kerap dilanda banjir sejumlah warga yang berada di Perumahan The Arthera Hill Ekstension, Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, mulai meninggalkan tempat tinggalnya.
Menurut salah satu warga Perumahan Perumahan The Arthera Hill Ekstension, Adam (33) menerangkan, bahwa sebagian warga mulai meninggalkan perumahan tersebut karena kerap dilanda banjir.
"Total ada 400 lebih unit rumah, 300 sudah dihuni dan hanya sebagian kecil saja yang masih bertahan, itu pun karena alasan biaya," ungkap Adam, Minggu 20 Juli 2025.
Dalam kurun waktu satu tahun belakangan, perumahan tersebut sudah enam kalindilanda banjir. Hal ini memutuskan warga untuk meninggalkan tempat tersebut.
Baca Juga : Pelanggaran Melawan Arus lalulintas Masih Mendominasi Dalam Operasi Patuh Jaya Di Kabupeten Bekasi
"Yang bertahan tinggal di bawah 10 persen karena persoalan biaya, sisanya pindah untuk sementara. Artinya warga masih menunggu sampai ada keputusan jelas dan pertanggungjawaban dari pihak developer," tegas dia.
Dirinya menjelaskan, bahwa pihak pengembang sudah mengirimkan sejumlah pekerjaan dan mengerahkan dua unit ekskavator untuk menangani sejumlah titik tanggul yang jebol pada banjir terakhir.
Akan tetapi, hal yang dilakukan pihak pengembang tidak mampu memberikan hasil maksimal untuk mengatasi banjir.
Baca Juga : Kecamatan Medan Satria dan Bekasi Barat Kerap Terjadi Kebakaran, Ini Yang Menjadi Penyebabnya
"Berkaca pengalaman banjir sebelumnya, upaya mitigasi saat ini tidak akan mampu menyelesaikan masalah banjir di sini. Kita sudah kasih masukan, salah satunya terkait pembuatan tanggul dengan dinding panel. Saya sampaikan itu tidak akan kuat apalagi fondasi juga tidak kokoh, terbukti jebol kemarin," kata dia.
Adam mengatakan, baru menempati wilayah tersebut pada bulan Januari 2025. Namun sejumlah kerugian sudah dialami akibat banjir.
Dirinya menyebutkan, kerugian material, psikologis anak yang kerap dirasakannya akibat banjir berulangkali.
"Kalau materi masih mungkin ada jalan lagi, bisa dicari lagi tapi kalau masalah mental anak itu berat, itu nggak ada harganya," tutup dia.***




