BEKASI, POJOKSATU.id - Kekalahan 1-2 yang diderita Persija Jakarta atas Dewa United Banten FC di Banten International Stadium, Sabtu, 31 Oktober 2026, menyisakan catatan tersendiri bagi jajaran pelatih Macan Kemayoran.

Pelatih kepala Persija, Shin Tae-yong (STY), menyoroti insiden kartu merah yang diterima oleh Doni Tri di tengah pertandingan. Menurutnya, kehilangan pemain krusial tersebut membuat ritme permainan timnya semakin berat di sisa babak.

"Dengan adanya kartu merah Doni, pertandingan menjadi sangat sulit bagi Persija. Mungkin bisa dibilang itu salah satu penyebab kita mengalami kekalahan," ujar STY melalui penerjemahnya.

Selain kendala teknis di lapangan, juru taktik berpengalaman itu juga melontarkan candaan sekaligus kekesalannya terhadap rekor minor timnya setiap kali bermain di stadion tersebut. Diketahui, Persija telah dua kali menelan kekalahan di tempat yang sama, yakni saat menghadapi Persita dan terbaru melawan Dewa United.

"Memang sepertinya stadion ini tidak cocok untuk kita, termasuk untuk saya sebagai pelatih. Kita sudah dua kali kalah di sini. Jadi, saya tidak terlalu senang dengan stadion ini," tambahnya.

Menanggapi absennya suporter setia akibat sanksi larangan tandang, Rizky Ridho menilai hal tersebut tidak seharusnya dijadikan alasan atas performa kurang maksimal di lapangan. Meskipun demikian, ia mengakui atmosfer pertandingan terasa berbeda tanpa kehadiran langsung The Jakmania.

Menatap jadwal kompetisi yang sangat padat dengan jeda istirahat singkat sebelum menghadapi laga berikutnya, STY memastikan bakal segera melakukan perombakan dan rotasi pemain secara masif demi menjaga kebugaran fisik skuad asuhannya.

"Memang para pemain pasti merasakan kelelahan, tetapi akan ada rotasi pemain. Sebab, tiga hari lagi kita harus bertanding dan setelah itu ada pertandingan kandang, jadi saya akan melakukan banyak rotasi pemain," pungkas STY.