BEKASI.POJOKSATU.id - Langkah Persija Jakarta di puncak klasemen sementara BRI Super League 2026-2027 tersendat setelah takluk 1-2 dari tuan rumah Dewa United Banten FC di Banten International Stadium, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Meski sempat unggul cepat lewat gol Muhammad Rayhan pada menit keempat, Macan Kemayoran harus kecolongan melalui gol balasan Denilson Pereira (42') dan Taisei Marukawa (86').
Pelatih kepala Persija, Shin Tae-yong (STY), secara terbuka mengakui bahwa kekalahan timnya bukan semata karena faktor lawan, melainkan akibat banyaknya kesalahan mendasar yang dilakukan oleh para pemain sendiri di atas lapangan.
"Menurut saya, hari ini kita sendiri yang membuat diri kita runtuh. Kita tidak bisa memanfaatkan peluang-peluang yang bagus dan banyak melakukan kesalahan umpan. Hal-hal seperti itu yang harus kita perbaiki ke depannya," ungkap Shin Tae-yong dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Pengakuan serupa juga dilontarkan oleh bek kapten Persija, Rizky Ridho. Ia secara kesatria mengevaluasi penampilannya sendiri serta rekan-rekan setim yang kerap melakukan salah umpan (passing) sepanjang laga berlangsung.
"Ya, saya setuju dengan Coach. Kita melakukan banyak kesalahan sendiri. Terutama, saya sendiri juga banyak melakukan passing yang salah dan banyak kesalahan hari ini. Jadi, itu menjadi pelajaran agar di pertandingan selanjutnya kita tetap fokus dan meraih kemenangan," ujar Ridho.
Dengan hasil minor ini, jarak poin Persija dengan para pesaing terdekatnya di papan atas semakin rapat. STY menilai situasi ini sebagai alarm keras bagi skuad asuhannya agar tidak leha-leha dalam sisa kompetisi musim ini.
"Tentunya pertandingan tadi merupakan kesempatan bagi kita untuk memperlebar jarak poin dengan pesaing-pesaing kita. Hari ini kita mengalami kekalahan dan akhirnya jarak dengan peringkat kedua semakin pendek. Itu menjadi alarm bagi kita. Kita tidak boleh leha-leha dan harus meraih kemenangan ke depannya," tegas pelatih asal Korea Selatan tersebut.





