BEKASI.POJOKSATU.id - Peringatan Isra Miraj berlangsung tepat pada malam 27 Rajab 1445 Hijriah di Masjid Al Munawwar, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Februari 2024.

Jemaah dari berbagai kota datang menghadiri kegiatan yang diselenggarakan Majelis Rasulullah yang didirkan oleh mendiang Habib Munzir Al Musawa.

Waktu menjelang pukul 19.00 WIB, jemaah mulai berdatangan dan mengisi kantong-kantong parkir yang disediakan oleh panitia. Pedagang terlihat meramaikan sisi trotoar Jalan Raya Pasar Minggu.

Baca Juga: Terbengkalai Sejak 2012 Menara Saidah Kerap Dijadikan Konten Horor

Tim Hadroh mulai mempersiapkan set di dalam masjid. Pun Tim Audio Visual yang mempersiapkan kamera dan peralatan fotografi. Beberapa jemaah yang baru datang tampak melaksanakan sholat magrib. Mereka yang datang lebih dulu, sudah duduk di sisi tengah dapat melihat langsung para mubaligh.

Azan Isya berkumandang pada 19.30-an. Peserta sholat Isya berjemaah. Sebagaimana tradisi kegiatan hari besar Islam yang diselenggarakan Majelis Rasulullah, kegiatan dibuka dengan pembacaan Maulid Dhiyaulami yang digubah oleh Habib Umar bin Hafidz.

Habib Muhammad Aidid selaku munsyid (pembaca syair) Habib Umar bin Hafidz dari Tarim, Yaman, membacakaan Maulid Dhiyaulami dan beberapa qasidah di sela-sela syair Mualid.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu hadir sebagai tamu. Pada kesempatan tersebut, Syaikhu melantunkan sholawat thibbil qulub. Calon Presiden Nomor Urut 1 Anies Baswedan, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Munawwar Muhammad Tsauban dan Ketua Yayasan Masjid Al Munawar KH Ali Nurdin.

Baca Juga: Presiden PKS Harapkan Jawa Barat Menjadi Lumbung Suara

Mubaligh pada kegiatan ini Habib Hamid Barakwan menyampaikan tentang peristiwa Isra Miraj. Sementara, itu Habib Thohir bin Muhammad Al Haddar diterjamahan Habib Muhammad Bagir bin Yahya.

Habib Thohir mengajak jemaah memperbanyak kalimat subhanallah walhamdulillah walaailahaillalah wallahuakbar. Habib juga mengajak jemaah talqin Al Fatihan dengan sanad bersambung ke Rasulullah.

Doa penutup Maulid Dhiyaulami dibacakan oleh Habib Hud Alatas. Usai membaca doa, jemaah membubarkan diri dengan tertib. Dibantu oleh Panitia dari Majelis Rasulullah serta petugas Polsek Pancoran, kondisi lalu lintas tidak sampai menyebabkan kemacetan panjang.***