BEKASI.POJOKSATU.ID - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan bahwa Tol Batang–Semarang merupakan salah satu ruas strategis dalam jaringan Trans Jawa yang memiliki peran vital dalam memperkuat konektivitas wilayah Jawa Tengah sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan industri. Dengan panjang sekitar 75 kilometer, ruas tol ini menjadi jalur utama pergerakan orang dan barang dari wilayah barat menuju timur Pulau Jawa.
Sebagai wujud dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat perekonomian nasional, JTT mencatat telah beroperasinya Simpang Susun Kawasan Industri Batang. Akses ini menghubungkan langsung Tol Batang–Semarang dengan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), sehingga diharapkan mampu meningkatkan minat investasi, mempercepat distribusi logistik, serta membuka peluang terciptanya lapangan kerja baru di Jawa Tengah.
Tol Batang–Semarang merupakan bagian penting dari jaringan Tol Trans Jawa yang menghubungkan tiga wilayah utama di Provinsi Jawa Tengah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Batang. Ruas ini terkoneksi langsung dengan Tol Semarang Seksi A, B, dan C di sisi timur serta Tol Pemalang–Batang di sisi barat, membentuk koridor transportasi yang terintegrasi dan berkesinambungan.
Baca Juga: Genangan Air di Tol Sedyatmo Masih Terjadi di Off Ramp Rawa Bokor, GT Pluit 3 Kembali Normal
Dalam mendukung kelancaran mobilitas dan peningkatan layanan pengguna jalan, saat ini Tol Batang–Semarang telah dilengkapi enam gerbang tol, yaitu Gerbang Tol Kalikangkung, Kaliwungu, Kendal, Weleri, KIT Batang, dan Kandeman. Selain itu, tersedia empat lokasi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di KM 360 B, KM 379 A, KM 389 B, dan KM 391 A yang dilengkapi fasilitas pendukung keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Beragam layanan penunjang juga disiagakan di sepanjang ruas tol, mulai dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), ATM, taman bermain, fasilitas ramah difabel di rest area, hingga hotel di rest area KM 379. Selain itu, tersedia layanan derek gratis 24 jam hingga gerbang tol terdekat, pemantauan CCTV, serta informasi kondisi lalu lintas secara real-time melalui Dynamic Message Sign (DMS).
VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa Tol Batang–Semarang tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan manfaat infrastruktur kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan tol ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas, mempercepat distribusi barang, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di Jawa Tengah.
Baca Juga: Banjir Tol Sedyatmo, Jasa Marga Operasikan 9 Pompa untuk Percepat Surutnya Genangan
“Konektivitas yang semakin baik diharapkan dapat menjadi penggerak kawasan industri, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kehadiran Tol Batang–Semarang memberikan manfaat nyata bagi pengguna jalan melalui peningkatan konektivitas dan efisiensi waktu tempuh. Perjalanan antara Kabupaten Batang dan Kota Semarang kini dapat dipangkas hingga sekitar satu jam dibandingkan jalur non-tol, sehingga mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Lebih lanjut, JTT menilai ruas tol ini turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional Jawa Tengah melalui penciptaan peluang usaha baru, dukungan terhadap sektor pariwisata, serta pengurangan beban lalu lintas di jalan nasional. Dengan demikian, Tol Batang–Semarang tidak hanya berperan sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan wilayah yang berkelanjutan.




