BEKASI.POJOKSATU.id - Kabar mengejutkan datang dari grup musik alternatif rock asal Bandung, for Revenge. Archims Pribadi atau yang lebih dikenal dengan nama Chimot resmi mengundurkan diri setelah menghabiskan sekitar 20 tahun bersama band yang turut ia bangun sejak awal.

Keputusan tersebut diumumkan dalam konser perayaan dua dekade perjalanan for Revenge bertajuk Titik Sadrah yang berlangsung di Eldorado Sport & Convention Hall, Bandung, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Momen yang seharusnya menjadi perayaan perjalanan panjang band justru berubah menjadi perpisahan emosional. Melalui sebuah video yang ditampilkan di layar panggung, Chimot menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjadi bagian dari for Revenge.

Dalam pesan tersebut, ia menitipkan kelanjutan band kepada rekan-rekannya, yakni Boniex Noer, Arief Ismail, dan Izha Muhammad. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para penggemar yang selama ini telah menemani perjalanan mereka.

Chimot mengungkapkan bahwa keputusannya untuk meninggalkan band bukanlah sesuatu yang mudah. Setelah melewati berbagai pengalaman selama dua dekade, ia merasa sudah waktunya untuk mengakhiri salah satu babak penting dalam kehidupannya.

Salah satu faktor yang melatarbelakangi keputusan tersebut adalah kondisi fisiknya. Chimot diketahui mengalami cedera sejak 2025 yang membuat aktivitasnya sebagai drummer terganggu.

Sebelumnya, ia juga sempat mengurangi aktivitas panggung bersama for Revenge dan harus menjalani proses pemulihan. Meski demikian, keterlibatannya dalam perjalanan kreatif band tidak sepenuhnya berhenti.

Chimot bahkan masih terlibat dalam proses penggarapan album Perayaan Patah Hati - Babak Dua, meskipun kondisi fisiknya membuatnya harus menyesuaikan aktivitas bermusik.

Kepergian Chimot memiliki arti tersendiri bagi for Revenge. Ia bukan sekadar personel yang mengisi posisi drum, melainkan salah satu orang yang ikut membangun band tersebut sejak awal terbentuk pada 2006.

Selama dua dekade, for Revenge mengalami berbagai perubahan formasi, masa sulit, hingga akhirnya mendapatkan perhatian lebih luas melalui sejumlah lagu seperti Serana, Penyangkalan, dan Jakarta Hari Ini.

Kini, setelah kepergian salah satu pendirinya, for Revenge harus melanjutkan perjalanan dengan formasi yang berbeda.

Meski demikian, aktivitas band dipastikan tetap berlanjut. Rangkaian konser Titik Sadrah bahkan masih dijadwalkan hadir di ZEPP Kuala Lumpur, Malaysia, pada 15 November 2026.

Bagi para penggemar, konser di Bandung tersebut bukan hanya perayaan 20 tahun perjalanan for Revenge, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyaksikan sebuah perpisahan yang menandai berakhirnya kebersamaan selama dua dekade.

Kepergian Chimot mungkin menutup satu bagian dari sejarah for Revenge, tetapi kontribusinya dalam membangun band tersebut akan tetap menjadi bagian dari perjalanan mereka.