BEKASI.POJOKSATU.id - Investigasi mendalam yang dilakukan tim agen tunggal pemegang merek (ATPM) PT Hino Motors Sales Indonesia mengungkap penyebab utama kegagalan sistem pengereman truk molen berpelat B 9548 MV yang memicu kecelakaan maut di Jalan Cut Mutia, depan Kampus BSI, Rawalumbu, Kota Bekasi.
Hasil reka teknis yang melibatkan lima ahli dari ATPM Hino dan pihak diler mendapati kerusakan pada bagian konektor jalur udara dari tangki menuju saluran rem (brake pipe). Komponen vital tersebut terbukti bukan produk asli Hino dan tidak memenuhi standar teknis pabrikan.
Kondisi konektor imitasi yang rusak tersebut memicu kebocoran tekanan udara secara drastis, sehingga sistem pengereman truk tipe FM 260 JM buatan 2008 tersebut mati total saat melaju di jalan raya.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana menegaskan bahwa hasil analisis saksi ahli dari pihak pabrikan ini menjadi pijakan krusial untuk memperkuat pembuktian hukum terhadap tersangka berinisial TM.
“Tim ATPM memahami betul rancangan kendaraannya, sehingga analisis mereka memberi kejelasan teknis yang kami butuhkan. Penilaian tersebut kami jadikan pijakan untuk memperkuat penyidikan terhadap tersangka TM,” ujar Putu Kholis.
Putu mengimbau para pengusaha dan pemilik angkutan berat untuk menjadikan tragedi ini sebagai pelajaran berharga dengan tidak memakai suku cadang rakitan atau non-standar yang membahayakan nyawa warga.
“Sistem rem adalah benteng terakhir keselamatan di jalan raya. Kami mengajak para pemilik truk untuk menggunakan komponen asli dan mempercayakan perawatan kendaraannya kepada bengkel yang kompeten,” tegasnya.





