BEKASI.POJOKSATU.ID - Menjelang waktu magrib di bulan Ramadan, suasana Jakarta kerap dipenuhi kemacetan panjang dan mobilitas warga yang masih berada di luar rumah.

Banyak pekerja belum sempat membeli makanan berbuka atau masih terjebak di jalan ketika azan magrib hampir berkumandang.

Dalam situasi seperti ini, Masjid Istiqlal kembali menjadi pilihan utama bagi jemaah yang mencari tempat aman dan nyaman untuk berbuka puasa.

Baca Juga: Anti Ribet dan Tetap Bergizi, Ini 5 Menu Sahur Praktis untuk Anda yang Sering Bangun Mepet Imsak

Pengelola Masjid Istiqlal memastikan ribuan paket takjil gratis disiapkan setiap hari selama Ramadan.

Layanan ini diperuntukkan bagi jemaah dari berbagai daerah yang datang untuk beribadah maupun sekadar berbuka sebelum melanjutkan perjalanan.

Mengutip laporan media, Istiqlal menyiapkan sekitar 3.000 porsi takjil pada hari kerja.

Baca Juga: Prioritaskan Wilayah Terdampak Banjir, Baznas Kabupaten Bekasi Perluas Penyaluran Zakat Fitrah ke 50 Titik

Jumlah tersebut meningkat signifikan saat akhir pekan atau ketika jumlah jemaah membludak, yakni bisa mencapai 5.000 paket dalam sehari.

Pembagian dilakukan menjelang waktu berbuka di area yang telah ditata sedemikian rupa guna menjaga ketertiban dan kenyamanan.

Tradisi berbagi takjil di masjid terbesar di Asia Tenggara ini bukanlah hal baru. Setiap Ramadan, Istiqlal hampir selalu menyediakan ribuan paket berbuka bagi masyarakat.

Baca Juga: Warga TPA Burangkeng Gelar Doa Bersama Peringati 21 Tahun Tragedi Leuwigajah

Pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah takjil yang dibagikan bahkan pernah menyentuh 5.000 hingga 6.500 porsi per hari. Konsistensi tersebut memperkuat citra Istiqlal sebagai pusat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial.

Bagi banyak warga, terutama pekerja yang melintas di kawasan Jakarta Pusat, Istiqlal telah menjadi tempat berbuka langganan.

Selain mudah diakses, suasana yang tertib dan fasilitas yang memadai membuat jemaah merasa nyaman menunggu waktu berbuka.

Petugas masjid mengatur alur pembagian agar tidak terjadi penumpukan dan seluruh jemaah mendapatkan bagian secara merata.

Tidak hanya menyediakan takjil, pengelola juga menyiapkan rangkaian kegiatan ibadah Ramadan lainnya. Salah satunya adalah iktikaf pada 10 malam terakhir Ramadan.

Baca Juga: Komunitas Pemulung dan Pelapak Pilah Burangkeng Resmi Berdiri, Deklarasi di TPA Burangkeng

Jemaah dapat mengikuti kegiatan tersebut sesuai aturan panitia dan kapasitas ruangan yang disediakan.

Dengan demikian, Istiqlal bukan hanya menjadi lokasi berbuka, tetapi juga ruang memperdalam spiritualitas.

Keberadaan layanan takjil gratis ini menjadi solusi praktis bagi warga yang belum sempat membeli makanan berbuka.

Baca Juga: Rahasia Kuliner Enak Dekat Stasiun Bekasi yang Jarang Orang Tahu

Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, Istiqlal menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat.

Jemaah dari berbagai latar belakang duduk berdampingan, menunggu azan magrib sambil menikmati hidangan sederhana yang disediakan.

Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga solidaritas sosial.

Baca Juga: Buru-Buru Buka Puasa di Tengah Padatnya Jakarta, Ini Strategi Aman dan Nyaman Naik Transportasi Umum Saat Ramadan

Ribuan paket takjil yang dibagikan setiap hari mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau memiliki keterbatasan.

Dengan konsistensi penyediaan 3.000 hingga 5.000 paket takjil per hari, Masjid Istiqlal kembali menegaskan perannya sebagai simbol kebersamaan umat Islam di Jakarta.

Di tengah padatnya aktivitas kota, masjid ini tetap menjadi oase yang menghadirkan ketenangan, keberkahan, dan manfaat sosial nyata setiap Ramadan.***