BEKASI.POJOKSATU.id - Kawasan Tambun Selatan tidak hanya dikenal sebagai pusat hunian modern, tetapi juga menyimpan pesona wisata religi yang memikat. Di jantung perumahan elit ini, berdiri kokoh Masjid Izzatul Islam Grand Wisata Bekasi. Rumah ibadah ini kini menjelma menjadi ikon spiritualitas dan arsitektur megah di Kabupaten Bekasi.
Awal Mula Pendirian Berbasis Inisiatif Warga
Masjid Izzatul Islam Grand Wisata Bekasi berdiri pada tahun 2012. Rumah ibadah ini dibangun di atas lahan seluas 2.000 meter persegi atas dasar inisiatif dan swadaya masyarakat setempat. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan populasi di area Grand Wisata, warga membutuhkan sebuah pusat peribadatan terpadu yang mampu mengakomodasi jemaah dalam jumlah besar sekaligus menjadi wadah pembinaan umat.
Saat ini, bangunan utama masjid dirancang secara ergonomis untuk menampung hingga 2.000 jemaah sekaligus. Rumah ibadah ini juga secara resmi telah ditetapkan sebagai Masjid Percontohan Kategori Ramah Keragaman di Kabupaten Bekasi.
Harmonisasi Organisasi dan Filosofi Desain Nusantara
Di balik kemegahan fisiknya, terdapat fakta sejarah unik mengenai tata kelola sosial keagamaan di masjid ini. Pengelolaan ibadah dan kegiatan di Masjid Izzatul Islam Grand Wisata Bekasi dijalankan melalui kerukunan yang erat antara dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Semangat persatuan ini sengaja dituangkan sejak awal perencanaan fisik bangunan.
Secara arsitektural, masjid ini mengusung konsep menyatukan elemen Nusantara:
Gerbang Mihrab: Dibuat menyerupai gaya megah masjid khas Asia Tengah dengan ukiran kaligrafi berlapis warna keemasan di sisi kiblat.
Pintu Kayu Utama: Dilengkapi dengan ukiran tradisional khas Indonesia berukuran besar untuk mewakili filosofi keberagaman suku bangsa di tanah air.
Kubah Emas: Satu kubah utama berwarna emas di bagian tengah yang dikelilingi oleh enam kubah pendukung yang lebih kecil.
Untuk menunjang kekhusyukan dan kenyamanan para jemaah agar suara tidak menggema di bawah kubah besarnya, pihak pengelola menginvestasikan sistem audio canggih berupa perangkat suara premium Bose senilai kurang lebih 800 juta rupiah.
Pusat Kegiatan Keagamaan Modern
Kini, sejarah panjang pembangunannya telah membuahkan hasil nyata. Masjid ini tidak hanya difungsikan untuk pelaksanaan salat lima waktu atau salat Jumat saja. Pihak takmir secara aktif mengelola berbagai lembaga umat, mulai dari Majelis Taklim, sarana dakwah ramah disabilitas, hingga lembaga sosial kemanusiaan Baitul Mal yang bertugas menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada warga yang berhak.



