BEKASI.POJOKSATU.id - Ratusan buruh yang tergabung pada Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi berdemonstrasi di PT Toyo Seal Indonesia di Kawasan Industri MM 2100, Selasa, 12 September 2023.
Massa buruh memadati bagian depan pabrik PT Toyo Seal Indonesia sejak pagi hari. Aktivitas di sekitar perusahan tersebut lumpuh akibat banyaknya jumlah massa.
Demonstrasi tersebut sebagai respons atas somasi yang dilayangkan kuasa hukum manajemen PT Toyo Seal Indonesia kepada Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPAMK PT Toyo Seal Indonsesia atas upah yang belum menemukan kata sepakat.
Manajemen lewat kuasa hukum melayangkan somasi terhadap PUK agar mengembalikan upah yang telah di-transfer, padahal menurut keterangan PUK mereka sudah berencana men-transfer upah tersebut akan tetapi ditahan oleh manajemen.
Ketua PUK PT Toyo Seal Indonesia Kasmudi mengatakan manajemen men-transfer upah secara sepihak kepada para pekerja sebelum ada kesepakatan mufakat upah.
Upah yang di-transfer manajemen naik 4,8 persen, namun persentase itu belum disetujui kedua belah pihak sehingga serikat berencana mengembalikan upah itu. Adapun tuntutan serikat pekerja yaitu kenaikan sama dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat sebesar 6,8 persen.
Sebagai informasi, perundingan upah antara PUK dengan manajemen perusahaan sudah berlangsung 6 kali dan belum ada mufakat.
Memasuki siang hari, aksi demonstrasi tidak kunjung mereda dan semakin panas. Beberapa bus antar jemput karyawan PT Toyo Seal Indonesia tidak bisa keluar pabrik.
Beruntung massa aksi masih yang dikomandoi Panglima Koordinator Daerah Garda Metal Supriyatno memberikan toleransi lewat sebanyak 2 bus yang berpenumpang karyawati dalam kondisi hamil.
Hingga memasuki waktu Asar, manajemen perusahaan yang diwakili kuasa hukumnya belum menunjukkan tanda-tanda mediasi dengan FSPMI.
Di lokasi tampak Ketua PC SPAMK FSPMI Bekasi Suparno, orator Amir Mahfuz, dan petinggi FSPMI lainnya. Hingga laporan ini ditulis pada 15.41 WIB, massa buruh masih bertahan di lokasi.***




