BEKASI.POJOKSATU.id - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Bekasi Raya bersama Program Tular Nalar 3.0 menjalin kolaborasi dengan Universitas Pelita Bangsa dalam penyelenggaraan Sekolah Kebangsaan - Tular Nalar, Sabtu (25/11/2023). Acara ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi digital dan pemikiran kritis, khususnya bagi para pemilih pemula menghadapi arus informasi tak terkonfirmasi menjelang Pemilu 2024.
Sekolah Kebangsaan Tular Nalar mengusung metode prebunking dengan pendekatan inovatif. Berbeda dari pelatihan konvensional, acara ini menekankan micro teaching dengan melibatkan 10 fasilitator untuk 100 peserta. Setiap fasilitator mendampingi 10 peserta, memastikan materi disampaikan secara efektif melalui diskusi dan game interaktif.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus Universitas Pelita Bangsa, Cikarang Pusat, dimulai pukul 08:30 WIB hingga selesai. Acara dibuka oleh Ali Ridho, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi, yang mengajak peserta untuk aktif dalam pelatihan Tular Nalar sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2024. Dalam sambutannya, Ali Ridho menggarisbawahi peran penting suara pemilih pemula dalam membentuk masa depan, mengimbau mereka menjadi agen perubahan yang informatif dan bertanggung jawab.
"Saya mengajak kalian untuk aktif dalam pelatihan Tular Nalar menjelang Pemilu 2024. Suara kalian memiliki kekuatan besar dalam membentuk masa depan, jadi mari kita bersama-sama menjadi agen perubahan yang informatif dan bertanggung jawab," ujar Ali Ridho. Ia juga mendorong peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis agar mampu membuat keputusan yang bijak saat Pemilu tiba.
Selain itu, acara ini juga menandai momen penting dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementing Agreement (IA) antara Universitas Pelita Bangsa dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat upaya edukasi masyarakat terhadap penyebaran informasi yang benar dan akurat.
Tular Nalar - MAFINDO terus berkomitmen untuk menguatkan literasi digital dan pemikiran kritis masyarakat, khususnya pemilih pemula, guna menciptakan proses demokrasi yang lebih informasional dan berkualitas. Acara ditutup dengan semangat untuk terus berkontribusi dalam memperkuat demokrasi Indonesia. (Mas)



