BEKASI.POJOKSATU.id - Dana aspirasi tak jarang menjadi materi kampanye para calon anggota legislatif (caleg) petahana saat menemui masyarakat di daerah pemilihannya.

Padahal, dana aspirasi merupakan uang rakyat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lewat seorang anggota legislatif.

Ketua Executive Committee (Exco) Partai Buruh Jawa Barat Suparno meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyoroti hal tersebut.

Baca Juga: Partai Buruh Pastikan Bekasi Full Power, Targetkan Revisi UU Omnibus Law Jika Lolos PT

"Seharusnya DPRD menggunakan dana aspirasi untuk disalurkan kepada masyarakat, tetapi bahasanya mayoritas adalah, maaf, dalam lingkungannya, jika mereka (Petahana DPRD) tidak dipilih, aspirasi tidak diberikan, jika mereka tidak dipilih, dana aspirasi tidak disalurkan," tutur Suparno, Minggu, 7 Januari 2024.

Suparno mengalami sendiri modus yang dilakukan oleh Petahana DPRD Kabupaten Bekasi tersebut. Lapangan voli di perumahannya tidak akan dicor lewat program aspirasi karena caleg tersebut mengetahui mayoritas warga perumahan merupakan pendukung Partai Buruh.

"Akhirnya tidak jadi. Ini menjadi aneh, dana rakyat diklaim menjadi milik mereka," terang dia.

Baca Juga: Jawa Barat Kunci Pemenangan Partai Buruh

Modus seperti itu, kata Parno, perlu diubah. Karena itu, masyarakat harus diberi pemahaman bahwa dana aspirasi adalah hak rakyat untuk pembangunan yang merata, bukan untuk kepentingan politik.

"Kami akan mengubah hal ini dan pasti bisa. Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa ini adalah uang rakyat. Kami juga menyampaikan kepada teman-teman buruh, jangan mau ditipu. Uang Anda diputar dan diberikan kepada Anda seolah-olah itu (Caleg Petahana) yang memberikan," jelasn dia.

Pria yang juga ketua FSPMI Jawa Barat ini menegaskan APBD adalah uang rakyat yang bersumber dari pajak masyarakat. Sebagian besar warga yang taat membayar pajak adalah buruh.

Ia menyatakan bahwa ke depannya, calon anggota DPRD Kabupaten dari Partai Buruh tidak diperkenankan menggunakan dana aspirasi sebagai materi kampanye.

"Kami akan langsung melakukan PAW. DPRD Kabupaten Bekasi yang diisi oleh Partai Buruh dan melakukan pemotongan dana aspirasi, saya pastikan sebagai Ketua Exco Partai Buruh, kami akan melakukan PAW," demikian kata dia.***