BEKASI.POJOKSATU.id - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi bersama dengan pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Desa Burangkeng, PT Waskita selaku kontraktor, PT Vijaya Karya selaku subkonttaktor dan juga PT Cibitung Cimanggis Tollways selaku operator tol melakukan tinjauan lapangan di sejumlah titik pengerjaan Tol Cimanggis-Cibitung, Kamis pagi, 16 Mei 2024.

Dalam kunjungan tersebut Lurah Desa Burangkeng Namin bin Sain menunjukkan titik-titik yang menjadi keluhan masyarakat atas dampak pengerjaan Tol Cibitung-Cimanggis selama ini.

Titik pertama yang ditinjau berada di Kampung Cinyosok RT 1 RW 5 di mana di situ Lurah Nemin mengatakan sering terjadi banjir karena saluran air menjadi dipersempit dari semula 3 meter menjadi hanya 1,5 meter.

Baca Juga: Pembangunan Kantor Baru Desa Burangkeng Masih Tunggu dari PT JJS

Tampak di lokasi muncul genangan air di sisi timur wilayah Desa Burangkeng. Ketika curah hujan tinggi, maka luapan air itu menggenang di wilayah Burangkeng, tidak mengalir semestinya ke danau alami yang berada di hilir.

Lurah Desa Burangkeng Nemin bin Sain mengatakan beberapa hari lalu pihaknya bersurat kepada PT Cimanggis Cibitung Tollways dengan memberi tembusan kepada Bappeda Kabupaten Bekasi sehingga pihak Bappeda mengundang rapat pada hari Rabu dan Jumat lalu.

"Dalam rapat itu disepakati ada kunjungan lapangan hari ini dan banyak kegiatan pembangunan menurut warga kurang baik seperti gorong-gorong yang menimbulkan banjir," ucap dia

"Kemudian juga banyak jalan lingkungan yang terkena tetapi penggantinya tidak sesuai dengan yang terpakai misalkan 4 meter menjadi hanya 3 meter," sambung Nemin

Nemin juga ingat betul di beberapa titik dia membuat box air sebesar 3 meter tetapi dibuat menggantinya hanya 1,5 meter dengan alasan salah satu pengembang perumahan yang berada di dekat wilayah Burangkeng tidak mengizinkan dibuat box air besar karena khawatir banjir.

Gara-gara itu justru banjir terjadi di wilayah Burangkeng. Nemin melihat semestinya pihak perumahan tersebut yang menormalisasi kali, bukan justru melarang pembuatan box air besar dengan dalih menghindari banjir.

"Satu diuntungkan dengan satu dirugikan ada beberapa titi. Saya setuju kunjungan lapangan ini karena bukan hanya kata-kata saya tetapi kita melihat fakta di lapangan bahwa semua ini butuh perbaikan," kata mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi ini.

"Jalan lingkungan waktu pengerjaan banyak pengalihan sehingga jalan lingkungan yang dibangun desa dilalui banyak kendaraan dan akhirnya rusak. Satu rupiah pun kita tidak pernah dapat CSR dari PT Cimanggis Cibitung Tollwaya, minimal dikasih ke Burangkeng untuk memperbaiki jalan lingkungna yang rusak," sambung dia.

Nemin mengatakan kerusakan akibat Jalan lingkungan yang dilalui banyak kendaraan termasuk kendaraan berat kontraktor dari Tol Cimanggis-Cibitung saat pengerjaan berlangsung.

"Sehingga ini jadi beban pemerintah desa sedangkan warga komplainnya ke saya. Mereka nggak kenal BPTJ, PT CCT dia hanya kenal kepala desa," ungkap Nemin.

"Setelah ini Insya Allah kita akan buatkan berita acara dan saya akan tersurat langsung dan mungkin nanti akan ditindaklanjuti," sambung dia.

Sementara itu Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda kabupaten Bekasi Evi Mutia mengatakan dari hasil kunjungan ini akan ada beberapa yang didiskusikan.

Pemerintah desa secara resmi menyampaikan surat kepada pemerintah daerah dan Bappeda akan bersurat kepada Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Perhubungan.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi : Maksimalkan Potensi Anggaran untuk Perbaikan Sekolah Rusak

"Sebelumnya kami mengadakan rapat di pemda beberapa diusulkan salah satunya terkait dengan folder karena saluran dikhawatirkan saat curah hujan tinggi ada banjir. Selanjutnya dari situ ke Grand Residence dia akan melimpah ke Kali Kembang. Nah itu perlu dinormalisasikan," ucap dia.

"Jalan rusak diselesaikan CCT ya, nanti pagar ada jalan turun ada pembebasan tapi memang belum dikerjakan. Nanti pagar dia mundur 1 meter. Setelah ini kita perlu administrasi untuk kita tindaklanjuti," demikian kata dia.***