BEKASI.POJOKSATU.id - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Cibitung dilaporkan ke Polres Metro Bekasi atas dugaan pungutan liar (pungli) terhadap para siswanya.

Laporan ke pihak kepolisian tersebut dilakukan oleh penggiat media sosial Ronald Aristone Sinaga, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bro Ron.

Ia menyerahkan sejumlah data yang dianggap penting untuk mendukung penyelidikan terkait kasus tersebut.

Ronald menjelaskan, laporan kepolisian tersebut dibuat karena ada beberapa siswa dan orang tua siswa yang melapor kepada dirinya.

Baca Juga: Pedagang Sayur Jadi Korban Begal di Tambun Selatan, Dia Tak Berdaya Dikepung 3 Orang Bersenjata

"Saya bersama kuasa hukum kemarin membuat laporan secara resmi ke pihak kepolisian, atas dugaan pungli yang dilakukan pihak sekolah," tegas Ronald, saat dihubungi bekasi.pojoksatu.id, Minggu, 8 Desember 2024.

Ronald menyebutkan bahwa pihak sekolah meminta kepada para siswa melalui orangtua uang senilai Rp1,5 juta hingga Rp 2,5 juta untuk berbagai kebutuhan, termasuk pembangunan pagar dan pengurukan tanah di lapangan sekolah.

"Atas dasar laporan dari para siswa yang mengadu ke kita, maka saya bersama kuasa hukum membuat laporan ke pihak kepolisian," tegas dia.

Seorang siswa sebelumnya mengungkapkan bahwa ia terpaksa mengadu karena diancam tidak bisa mengikuti ujian akhir semester (UAS) jika tidak membayar pungutan tersebut.

Baca Juga: Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Kabupaten Bekasi 9–13 Desember 2024

"Jadi ketika para siswa tersebut belum yang namanya membayar uang tersebut, maka siswa tidak mendapatkan kartu ujian," jelas dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Sang Ngurah Wiratama, menambahkan, bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan pungli yang terjadi di sekolah tersebut.

"Kami akan memeriksa apakah ini ada pidana atau tidak. Tentu kami akan tindaklanjuti semua aduan masyarakat,” ujar Wiratama.

Sementara itu, pihak SMAN 2 Cibitung belum memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan ini. Namun, kasus pungli ini telah memicu perhatian masyarakat dan pemerintah setempat, yang kini menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian. ***