BEKASI.POJOKSATU.id — Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi memprioritaskan kegiatan normalisasi sungai di 13 kecamatan, terutama wilayah utara seperti Tambun Utara, Babelan, dan Pebayuran yang merupakan kawasan pertanian dan hilir utama aliran air.
Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air, Agung Mulya, menyebutkan pengalaman banjir di awal tahun 2025 menjadi landasan utama prioritas normalisasi di kawasan tersebut. Ia menegaskan, normalisasi telah terbukti menurunkan risiko banjir secara signifikan.
“Fokus kami di wilayah utara karena itu daerah hilir dan rentan banjir. Untuk wilayah selatan, kami lebih banyak bangun turap, drainase, dan kolam retensi,” ujar Agung.
Baca Juga: 65 Titik Sungai Dinormalisasi Antisipasi Kekeringan dan Banjir
Ia juga menegaskan bahwa proses normalisasi tak hanya berjalan teknis, tetapi juga melalui tahapan penertiban bangunan liar di sepanjang bantaran sungai. Sejak tahun lalu, pihaknya telah berkoordinasi intens dengan Satpol-PP dan mendapat dukungan dari Pemprov Jawa Barat.
Salah satu lokasi yang kini sedang dikerjakan adalah Kali Baru di Kecamatan Tambun Selatan sepanjang hampir 7 kilometer, yang sebelumnya sudah dibersihkan dari bangunan liar. Pihak dinas juga menggandeng Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi untuk memastikan kawasan tersebut segera tertata ulang secara optimal.
“Penataan ini penting agar masyarakat tidak salah paham dan bisa melihat dampak positifnya secara langsung,” tutup Agung.***




