BEKASI.POJOKSATU.id - Sekretaris Kecamatan Cibitung, Sarkum, menyebutkan pihak Muspika telah meninjau kondisi jembatan sehari sebelum kejadian atau Selasa, 13 Mei 2025.

Saatitu sudah terlihat adanya penyumbatan di bawah jembatan dari berbagai benda seperti sampah dan juga ranting-ranting pohon.

“Rabu siang kami langsung ke lokasi bersama Pak Sekda dan dinas terkait. Alat berat dari UPTD Kebersihan Wilayah III dan Dinas SDA-BMBK langsung dikerahkan membersihkan area,” jelas dia belum lama ini.

Jembatan yang ambruk itu merupakan jalur alternatif vital bagi warga RW 16 Permata Regensi menuju RW 22 Desa Sumber Jaya. Meski hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Sarkum berharap proyek pembangunan jembatan bisa diprioritaskan.

Baca Juga: Jembatan Penghubung Permata Regensi–Kampung Buwek Roboh, Pemkab Bekasi Bakal Bangun yang Baru

“Mengingat konstruksi sebelumnya rawan tersumbat sampah, kami berharap hasil tinjauan Pak Sekda dan DPRD segera ditindaklanjuti agar jembatan baru bisa dibangun lebih baik,” demikian kata dia.

Hujan deras dan meningkatnya debit air Kali Srengseng menyebabkan tumpukan sampah dan ranting menyumbat aliran sungai di bawah jembatan. Hal ini menjadi pemicu ambruknya jembatan akibat tekanan arus air yang tinggi.***

Meta Deskripsi: