BEKASI.POJOKSATU.id – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. Alamsyah, mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19. Meski hingga pertengahan Juni 2025 wilayah Kabupaten Bekasi belum mencatatkan adanya kasus aktif, kewaspadaan tetap diperlukan menyusul temuan kasus baru di sejumlah daerah seperti Jakarta, Banten, dan Palembang.
"Di Jakarta sempat tercatat 38 kasus, dan semuanya sudah sembuh. Di Banten dan Palembang juga ada kasus. Namun, untuk Kabupaten Bekasi, Alhamdulillah, hingga kini belum ditemukan kasus," ujar dr. Alamsyah, Selasa, 17 Juni 2025.
Ia menambahkan, Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Surat Edaran Nomor SR.03.01/C/1422/2025 pada 23 Mei 2025, yang disampaikan ke seluruh daerah termasuk Kabupaten Bekasi. Surat edaran tersebut menegaskan pentingnya langkah pencegahan mengingat Covid-19 merupakan penyakit menular.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Bakal Cek Kesehatan Kakek Cambang yang Tinggal di Rumah Sempit Rawan Penyakit
Dalam imbauannya, dr. Alamsyah mengajak masyarakat untuk terus menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, gunakan masker bila batuk atau mengalami gangguan pernapasan, dan jaga kebersihan lingkungan," jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga imunitas tubuh melalui konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta rutin berolahraga.
Ventilasi ruangan pun tak luput dari perhatian. Menurutnya, sirkulasi udara yang baik turut membantu mencegah penularan penyakit.
"Mari kita jaga kewaspadaan bersama. Dengan disiplin menerapkan PHBS, kita dapat melindungi diri dan orang di sekitar," tutupnya.
Baca Juga: Kakek Cambang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni dan Berpotensi Rawan Penyakit
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa situasi Covid-19 di Asia, seperti di Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura mengalami peningkatan, namun tingkat transmisi serta angka kematiannya masih tergolong rendah.
Di Indonesia sendiri, data minggu ke-20 menunjukkan tren penurunan dari 28 kasus di minggu sebelumnya menjadi hanya 3 kasus.***




