BEKASI.POJOKSATU.id – Kasus perundungan kembali terjadi di lingkungan sekolah. Seorang siswa berinisial AAI (16 tahun) yang merupakan korban perundungan SMKN 1 Cikarang Barat mengalami trauma mendalam setelah dibully oleh kakak kelasnya. Akibat insiden tersebut, AAI menderita patah rahang bagian kiri.

Ayah korban, Indra Prahasta (41 tahun), mengungkapkan bahwa anaknya kini enggan melanjutkan sekolah di tempat yang sama karena masih merasa takut dan tertekan.

“Anak pasti saya pindahkan, soalnya berapa kali saya tanya kepada anak, dia enggak mau di sekolah situ lagi, trauma,” jelas Indra saat dihubungi media, Rabu, 24 September 2025.

Baca Juga: Buruh FSPMI Gelar Aksi Demo Besok, Sasar Kebijakan Bupati Bekasi

Meski kondisi kesehatan AAI berangsur membaik, ia masih harus menjalani pemulihan secara bertahap. Saat ini, AAI sudah dapat berjalan meski dengan perlahan, serta mulai bisa makan makanan lunak tanpa bantuan selang.

“Ya untuk anak sih kita udah bisa makan sendiri, cuman masih yang lunak-lunak aja sih kayak bubur, masih dijaga untuk makanannya gitu aja, terus jalan sudah bisa tapi pelan-pelan,” tambah Indra.

Kasus perundungan di SMKN 1 Cikarang Barat ini menambah daftar panjang perlunya perhatian serius dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi siswa.***