BEKASI.POJOKSATU.id - Warga Kampung Rawa Gelaga, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, menuntut adanya jalan pengganti setelah tiga akses jalan lingkungan terputus akibat pembangunan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) 2 Selatan Seksi 2A.

Kepala Desa Kertarahayu, Rudi Catur Pribadi, membenarkan adanya keluhan warga. Ia menjelaskan, tiga jalan lingkungan yang terputus memiliki lebar sekitar 3 meter dengan panjang kurang lebih 60 meter.

Kondisi ini membuat warga kesulitan mengakses wilayah seberang karena tidak ada jalan penyeberangan yang disediakan pihak proyek tol.

Baca Juga: Warga Kertarahayu Desak Kontraktor Japek 2 Selatan Bangun Akses Jalan Pengganti

“Warga kehilangan tiga jalan lingkungan sekaligus. Minimal, mereka minta ada satu jalan pengganti untuk menyeberang. Jangan sampai warga salah paham, seolah-olah jalan hilang itu karena desa menjual tanah, padahal bukan begitu,” jelas Rudi, Rabu, 2 Oktober 2025.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang harus menempuh jalur memutar hingga ratusan meter.***