BEKASI.POJOKSATU.id - Bangunan SDN Simpangan 01 Cikarang Utara tak hanya berusia lebih dari satu abad, tapi juga menyimpan kisah panjang sejarah pendidikan di Kabupaten Bekasi. Menurut Ketua TACB Kabupaten Bekasi, Wahyudi Hafiludin Sadeli, sekolah ini sudah berdiri sejak era kolonial Belanda dengan nama Folk School Lemahabang.
“SDN Simpangan 01 pada masa Belanda dikenal dengan nama Folk School Lemahabang. Sekolah ini dibangun oleh pemerintah kolonial karena wilayah Lemahabang saat itu merupakan pusat industri pangan dan menjadi lokasi perusahaan besar milik Michiels Arnold, yang memproduksi hasil bumi seperti beras,” jelas Wahyudi.
Ia menambahkan, pada masa itu Lemahabang merupakan pusat kegiatan ekonomi dan jalur transportasi penting, termasuk kereta api yang digunakan untuk distribusi logistik. Banyaknya pekerja di wilayah tersebut membuat pemerintah kolonial membangun sekolah agar anak-anak masyarakat sekitar bisa memperoleh pendidikan.
Bangunan ini kini berstatus Bangunan Cagar Budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010. Wahyudi berharap agar semua pihak berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan peninggalan bersejarah tersebut.
“Bagi saya, SDN Simpangan 01 merupakan monumen bukti bahwa masyarakat Bekasi sudah mendapatkan hak pendidikan bahkan pada masa penjajahan. Ini menjadi bagian penting dari sejarah pendidikan di Kabupaten Bekasi,” tutupnya.
Dengan nilai sejarah dan orisinalitas bangunan yang masih terjaga hingga kini, SDN Simpangan 01 menjadi simbol perjalanan panjang dunia pendidikan di Bekasi yang perlu terus dirawat dan dilestarikan.***




