BEKASI.POJOKSATU.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero memastikan untuk Proses normalisasi Jalur Kereta Api, akan berlangsung 6 hingga 12 jam.
Diketahui bahwa normalisasi tersebut, akibat anjloknya Kereta Api Purwojaya relasi Gambir–Cilacap mengalami anjlok di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi, Sabtu 25 Oktober 2025.
Akibatnya, dua gerbong Kereta Purwojaya pada bagian belakang yakni rangkaian Pembangkit dan Eksekutif 8 keluar dari jalurnya.
"Kami upayakan penanganan selesai sebelum 12 jam. Setelah evakuasi, kami pastikan jalur siap kembali melayani perjalanan,” jelas Vice President Public Relations PT KAI, Anne Purba, Sabtu 25 Oktober 2025.
Baca Juga : PT KAI Akan Mengusut Penyebab Anjloknya Rangkaian Kereta Purwojaya
Dia menuturkan, proses evakuasi sarana kereta masih berlangsung dengan bantuan crane untuk mengangkat gerbong yang terdampak agar jalur segera bisa digunakan kembali.
“Saat ini perjalanan kereta dilayani menggunakan satu jalur secara bergantian, baik dari arah timur maupun barat. Kami mohon maaf atas keterlambatan sejumlah perjalanan akibat rekayasa pola operasi ini,” ucap dia.
Baca Juga : Ratusan Warga Menonton Proses Evakuasi Kereta Purwojaya Yang Anjlok
Terkait dugaan penyebab anjlokan, Anne menyampaikan bahwa investigasi masih dilakukan oleh tim teknis.
“Sampai saat ini KNKT dan Dirjen Perkeretaapian bersama direksi KAI masih meninjau lokasi. Dalam perjalanan kereta api, ada banyak faktor seperti SDM, sarana, dan prasarana. Penyebab pastinya akan disampaikan setelah pemeriksaan selesai,” kata Anne.
Dalam insiden tersebut, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, baik dari penumpang maupun awak kereta.
“Alhamdulillah, semua penumpang dan awak kereta kami selamat,” tegas Anne.
KAI memastikan perjalanan kereta lainnya, baik dari arah Jakarta menuju Jawa maupun sebaliknya, tetap bisa dilayani dengan sistem buka-tutup jalur secara bergantian.***




