BEKASI.POJOKSATU.id - Ketua Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bekasi, Toto Iskandar, menilai bahwa koperasi harus mulai bertransformasi menuju era digitalisasi agar tidak tertinggal dan mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan teknologi keuangan.

Menurut Toto, masih banyak koperasi di Kabupaten Bekasi yang beroperasi secara manual, baik dalam pencatatan keuangan, sistem anggota, maupun pelayanan pinjaman.

“Banyak koperasi kita masih manual. Sekarang saatnya kita dorong ke arah digitalisasi agar pengelolaan lebih transparan, efisien, dan bisa dipantau langsung oleh anggota,” ujar Toto.

Selain untuk efisiensi, langkah digitalisasi juga menjadi solusi dalam mencegah praktik-praktik koperasi abal-abal yang berkedok sebagai lembaga keuangan informal seperti bank emok atau rentenir.

Baca Juga: Dekopinda Bekasi Desak Penertiban Koperasi Abal-Abal

“Kalau sistemnya digital, semua transaksi bisa tercatat dan dipertanggungjawabkan. Jadi tidak ada lagi praktik-praktik yang menyalahi prinsip koperasi seperti bunga tinggi atau penagihan harian,” katanya.

Toto juga menambahkan, pihaknya bersama Dinas Koperasi berencana mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi koperasi agar mampu mengadopsi sistem digital.

“Digitalisasi koperasi ini bukan hanya soal aplikasi, tapi juga perubahan mindset pengurus dan anggota agar koperasi bisa menjadi lembaga ekonomi yang modern dan dipercaya,” tutupnya.***