BEKASI.POJOKSATU.ID - Rufaidha Lathiifunnisa (22 tahun), warga Cikarang Barat, menjadi salah satu korban meninggal dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone Indonesia pada Selasa, 9 Desember 2025.

Pantauan bekasi.pojoksatu.id di rumah duka yang berlokasi di Perumahan Depsos, Kelurahan Telagaasih, Kecamatan Cikarang Barat, menunjukkan suasana masih dipenuhi para pelayat dan tetangga yang datang untuk memberikan dukacita.

Korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Rabu, 11 Desember 2025.

Baca Juga: Kapolsek Setu Sosialisasi Anti Tawuran dan Bahaya Hoaks di SMK–SMP Islam An-Nur

Ayah korban, Fachrudin Irwan (52 tahun), mengungkapkan bahwa putrinya masih menjalani masa pelatihan atau training di Terra Drone Indonesia.

Ia menjelaskan Rufaidha meninggal akibat menghirup asap pekat saat kebakaran, disertai luka pada wajah akibat paparan suhu tinggi.

“Keterangan yang kami terima, 90 persen karena kekurangan oksigen. Ada juga luka yang terpapar panas di bagian wajah,” ujar Irwan, Kamis, 11 Desember 2025.

Irwan menuturkan, putrinya terjebak di lantai lima bersama sejumlah rekan kerja saat kebakaran terjadi, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

Keluarga baru mengetahui kabar duka tersebut setelah diberitahu oleh rekan korban yang berada di Malang. Tidak lama berselang, pihak perusahaan juga menghubungi keluarga menggunakan ponsel milik Rufaidha.

Baca Juga: Audit Ungkap Kerugian Rp7,1 Miliar pada Hibah NPCI Bekasi, Ada Dana Mengalir ke Oknum DPRD

“Pihak perusahaan sempat menghubungi ibunya memakai ponsel anak saya,” tambahnya.

Proses identifikasi jenazah dilakukan di RS Polri Kramatjati melalui kecocokan ciri fisik serta aksesoris yang digunakan korban.***