BEKASI.POJOKSATU.ID - Kediaman pribadi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang di Desa Sukadami, Cikarang Selatan, Jawa Barat, kini menjadi pusat perhatian publik.

Rumah yang disebut-sebut menyerupai “istana kecil” itu ramai diperbincangkan setelah Ade Kuswara terjaring OTT KPK pada Kamis 18 Desember 2025.

Pantauan di lokasi pada Selasa 23 Desember 2025 menunjukkan kawasan rumah tersebut tampak lengang.

Baca Juga: Warga Teluk Pucung Mengamuk, Program Tebus Murah Disorot Tak Transparan

Tidak terlihat aktivitas penghuni, sementara pintu pagar besi hitam berukuran besar tertutup rapat.

Meski demikian, sejumlah petugas keamanan masih berjaga di pos penjagaan.

Setiap orang yang hendak masuk ke kawasan itu harus melewati gerbang utama yang dijaga ketat, menambah kesan eksklusif dan tertutup dari hunian tersebut.

Baca Juga: Tak Perlu ke Luar Kota! Ini Deretan Tempat Wisata di Bekasi yang Masih Ramai Saat Libur Nataru 2026

Rumah Ade Kuswara ternyata bukan berdiri sendiri.

Kediaman tersebut berada dalam satu kawasan yang menyerupai klaster pribadi berisi enam rumah megah dengan desain serupa.

Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, Ricard, mengatakan kompleks tersebut dihuni oleh orangtua dan saudara-saudara Ade Kuswara.

Baca Juga: Ada Chat Terhapus di HP Sitaan Kasus OTT Bupati Bekasi, KPK Dalami Forensik Digital

Richard mengatakan, Bukan istana kecil lagi, sudah besar. Ada enam rumah. Rumah bapaknya, rumah kakak-kakaknya, dijadikan satu jadi rumah bersama.

"Istilahnya kompleks pribadi,” ujar Ricard, dikutip dari Kompas, 23 Desember 2025.

Menurutnya, bangunan tersebut baru rampung sekitar dua hingga tiga tahun terakhir.

Sebelumnya, Ade Kuswara disebut tinggal tidak jauh dari lokasi itu, masih di rumah orang tuanya.

Meski dikenal sebagai warga asli kampung setempat dan disebut telah berkecukupan sejak lama.

Baca Juga: UMK Kota Bekasi 2026 Naik 0,62 Persen, Nyaris Sentuh Rp6 Juta

Kemegahan kompleks tersebut kini memantik sorotan tajam publik, terutama setelah kasus dugaan suap yang menjeratnya mencuat.

Dari luar kawasan, kompleks hunian itu tampak kontras dengan lingkungan sekitarnya yang masih didominasi persawahan.

Tembok putih tinggi dan pagar besi hitam mengelilingi area rumah, seolah membentengi kawasan dari akses luar.

Baca Juga: Kasus Korupsi Bupati Bekasi: Penyidik KPK Sita 5 HP, Sejumlah Chat Sudah Terhapus

Beberapa gazebo terlihat berdiri di dalam kompleks, salah satunya bergaya Jawa di bagian belakang, serta sebuah gazebo putih di tengah kawasan.

Susunan bangunan rapi dengan tiga rumah di sisi kanan dan tiga rumah di sisi kiri, menciptakan kesan kawasan elite tertutup.

Usai OTT KPK, rumah tersebut praktis tak berpenghuni. Warga sekitar mengaku jarang melihat aktivitas keluarga Ade Kuswara di luar rumah, kecuali pada momen seperti Lebaran.

Baca Juga: Damkar Bekasi Hadapi Predator, Buaya 2,5 Meter Diamankan dari Sawah Bantargebang

“Kalau Lebaran paling silaturahmi. Tapi kalau sama Bupatinya jarang, paling ketemu kakak-kakaknya,” kata Ricard.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Ade Kuswara Kunang, ayahnya HM Kunang, serta pihak swasta bernama Sarjan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait praktik ‘ijon’.

KPK mengungkap total uang yang diduga diterima Ade Kuswara mencapai Rp14,2 miliar, terdiri dari Rp9,5 miliar ‘ijon’ proyek dan Rp4,7 miliar penerimaan lain sepanjang 2025.

Kemunculan fakta tersebut membuat publik semakin mempertanyakan asal-usul kekayaan dan kemegahan hunian sang bupati.

Rumah yang kini sunyi itu menjadi simbol kontras antara citra kekuasaan, kekayaan, dan dugaan praktik korupsi yang tengah diusut aparat penegak hukum.***