BEKASI.POJOKSATU.id - Seorang ibu rumah tangga bernama Khomariah (50) meninggal dunia, dalam kebakaran yang melanda sebuah toko kelontong.

Diketahui bahwa kejadian tersebut terjadi di Kampung Citarik, Desa Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Warung tersebut dihuni satu keluarga, yakni Narin (55), Komariyah (50), dan Hermansyah (34).

Selain merenggut satu orang nyawa, kebakaran tersebut membuat dua orang mengalami luka bakar cukup serius.

Menurut warga sekitar, Nur, menjelaskan, bahwa api pertama kali diketahui saat salah satu korban Narin keluar dan meminta tolong. Saat itu, Narin juga sempat memindahkan bensin eceran yang berada di depan warungnya.

"Si bapak itu langsung minta tolong saya juga teriak minta tolong pas orang-orang lagi nyiapin air ke dalam, apinya makin gede," ujar Nur, Rabu 31 Desember 2025.

Dirinya mengatakan, bahwa ketika api kian membesar, Hermansyah kembali masuk ke dalam warung tersebut untuk menyelamatkan Komariyah yang masih terjebak.

Baca Juga : Kantor Kelurahan Kebalen Penuh Sampah, Pengangkut Protes Penutupan TPS Liar

"Anak yang pertama nyamperin ke dalem (warung) terobos api yang gede, mungkin dia mau menyelamatkan ibunya," ucap dia.

Namun naas, api yang kian membesar, membuat usaha Hermasyah gagal untuk menyelamatkan ibunya yang terjebak di dalam kobaran api.

Sementara itu, Kapolsek Cikarang Timur AKP Sugiharto menjelaskan, bahwa api berasal dari Korsleting listrik.

Menurut Sugiharto, bahwa di warung tersebut banyak terdapat colokan listrik, hal ini memicu percikan api yang kemudian menyambar bensin eceran.

Baca Juga : Pemkot Bekasi Rencanakan Skatepark di Bawah Flyover Ahmad Yani, Optimalkan Ruang Kota untuk Anak Muda

"Dimungkinkan api berasal dari colokan listrik yang begitu banyak, colokan listrik menimbulkan percikan api dan menyambar ke bensin yang saat itu sedang dituang," jelas Sugiharto.

Menurut Sugiharto, Komariyah ditemukan tewas di kamar mandi, diduga tidak sempat menyelamatkan diri. Sementara Hermansyah mengalami luka bakar hingga 90 persen.

"Korban yang pertama luka serius dan meninggal dunia, korban kedua 90 persen, dan saat ini kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Sentra Medika," pungkas Sugiharto.***