BEKASI.POJOKSATU.id – Tanggul penahanan air Sungai Citarum yang berlokasi di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, dilaporkan jebol pada Selasa dini hari, 20 Januari 2026. Peristiwa ini terjadi akibat meningkatnya debit air Sungai Citarum yang disertai arus deras.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum tanggul jebol, warga setempat telah berupaya melakukan penahanan sementara menggunakan material seadanya. Namun, derasnya aliran air membuat upaya tersebut tidak mampu menahan tekanan sungai.

Camat Muaragembong, Sukarman, mengungkapkan bahwa tanda-tanda melemahnya tanggul sudah terdeteksi sejak siang hari.

Baca Juga: BPBD Catat Dampak Banjir di Kabupaten Bekasi, 17.563 KK Terdampak dan Ribuan Mengungsi

Warga bersama perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur Muspika, serta TNI-Polri sempat melakukan kerja bakti darurat untuk memperkuat tanggul dengan karung dan bambu.

“Terjadi pukul 12 lewat ya, hampir setengah satuan ya. Warga kami berjibaku menanggulangi jebolnya tanggul ketika belum terlalu parah waktu itu,” kata Sukarman, Selasa, 20 Januari 2026.

Namun kondisi semakin memburuk pada malam hari seiring naiknya debit Sungai Citarum. Dorongan air yang semakin kuat akhirnya menyebabkan tanggul tidak mampu bertahan dan jebol.

“Semakin tingginya debit air di Sungai Citarum dan dorongan airnya ini tidak bisa menahan upaya tanggul yang tradisional. Terjadilah pada setengah satu malam kondisi seperti yang kita lihat,” ujarnya.

Baca Juga: Tanggul Sungai Citarum Jebol, 5 Kampung di Muaragembong Terendam Banjir

Jebolnya tanggul tersebut sempat memicu kepanikan warga. Aliran air yang deras bahkan hampir mencapai bagian dalam rumah dan mengancam instalasi listrik milik warga.

“Sungguh dahsyat ketika tadi malam, dorongan dari aliran Citarum itu hampir setengah badan rumah dan mengancam meteran listrik,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Sukarman meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum selaku pihak berwenang segera mengambil langkah serius melalui perbaikan tanggul jebol di Muargembong secara permanen guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami meminta kepada BBWS untuk segera melakukan perbaikan secara permanen untuk kepentingan masyarakat,” tutupnya.***