BEKASI.POJOKSATU.ID - Ratusan warga terdampak banjir di Kampung Bendungan dan Kampung Kebun Bokor, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, mulai menerima bantuan MBG yang dialihkan khusus untuk korban banjir.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah darurat pemerintah desa dan kecamatan menyusul jebolnya tanggul Sungai Citarum yang menyebabkan permukiman dan fasilitas pendidikan terendam.
Program MBG yang selama ini diperuntukkan bagi siswa sekolah terpaksa dialihkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan gizi warga terdampak.
Baca Juga: Jalan Patria Jaya IV Kembali Makan Korban, Begal Mengganas di Pondok Melati Bekasi
Pasalnya, aktivitas belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan karena sejumlah bangunan sekolah ikut terendam banjir.
Kondisi tersebut membuat distribusi makanan bergizi kepada siswa tidak memungkinkan dilakukan.
Ketua TP PKK Desa Pantai Bakti, Ika Swastika, mengatakan keputusan pengalihan MBG dilakukan secara cepat setelah banjir melanda wilayah tersebut.
Baca Juga: Banjir Rendam Bekasi, Pemkot Janji Benahi Polder hingga Sungai Pendukung
Pada hari pertama pendistribusian, pihaknya menyalurkan sekitar 500 paket makanan kepada warga di tiga titik lokasi banjir.
"Ini baru pertama kali, karena memang jebolnya itu baru semalam. Hari ini pendistribusian khusus untuk warga terdampak banjir. Barusan kita sudah mendistribusikan kurang lebih 500 porsi di tiga titik lokasi banjir," ujar Ika.
Ia menjelaskan, pendistribusian dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Desa Pantai Bakti dengan SPPG.
Baca Juga: Harga Sewa Kontainer UMKM Picu Polemik, DPRD Minta BUMD Lebih Terbuka
Meski dalam kondisi darurat, paket makanan yang dibagikan tetap memperhatikan standar gizi seimbang.
"Isi makanannya tetap lengkap, ada nasi, telur, buah, dan sayur. Harapannya semoga sedikit bisa meringankan beban masyarakat kami yang terdampak banjir," tambahnya.
Sementara itu, Camat Muaragembong, Sukarmawan, menegaskan bahwa pengalihan program MBG merupakan bentuk respons kebijakan pemerintah terhadap situasi darurat.
Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan kebutuhan dasar warga.
"Pada kondisi darurat ini, prioritas dialihkan kepada korban bencana banjir. Sekolah-sekolah terendam sehingga kegiatan belajar mengajar tidak bisa berjalan," tegas Sukarmawan.
Baca Juga: Cikarang Selatan Perkuat Desa Tangguh Bencana Hadapi Cuaca Ekstrem
Bagi warga, bantuan tersebut sangat berarti di tengah keterbatasan akses pangan akibat banjir.
Isah (48), warga Kampung Bendungan, mengaku keluarganya sangat terbantu dengan adanya MBG.
Ia menyebut, sebelum bantuan datang, keluarganya hanya bisa mengonsumsi mi instan.
"Alhamdulillah sekarang sudah dapat MBG. Bersyukur banget, sekeluarga dapat. Tadi pagi cuma makan mi instan karena tukang sayur tidak lewat akibat banjir," katanya.
Pemerintah desa berharap program MBG tetap bisa dilanjutkan selama kondisi banjir belum surut, sembari menunggu penanganan lebih lanjut terhadap tanggul Sungai Citarum yang jebol.




