BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi memanggil sejumlah pengembang perumahan untuk membahas langkah konkret dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda kawasan permukiman.
Pemanggilan tersebut dilakukan sebagai upaya mencari solusi atas banjir yang terus berulang di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa pengembang memiliki peran penting dalam menyelesaikan persoalan banjir, khususnya di kawasan perumahan yang terdampak. Ia meminta agar para pengembang bertanggung jawab dan segera melakukan penanganan di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Imbas Banjir di Kabupaten Bekasi, ASN Diperbolehkan Bekerja dari Rumah
“Hari ini saya memanggil beberapa pengembang. Saya minta tuntaskan dulu banjirnya,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Senin, 26 Januari 2026.
Asep mengungkapkan, dampak banjir di Kabupaten Bekasi cukup luas. Sekitar 85 persen kawasan perumahan terdampak, dengan total 51 desa dan 216 titik banjir yang tercatat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banjir mayoritas terjadi di area permukiman.
Menurutnya, persoalan banjir tidak terlepas dari perencanaan tata ruang yang kurang optimal sejak awal pembangunan.
Ia menilai, ketika debit Sungai Citarum dan Cikarang Bekasi Laut (CBL) meningkat, kawasan perumahan langsung terdampak banjir.
Baca Juga: Banjir Bekasi Lumpuhkan Akses, Keselamatan ASN Jadi Prioritas Pemkab
“Ya pasti karena tata ruang. Kalau Sungai Citarum dan Cikarang Bekasi Laut (CBL) tinggi, pasti banjir. Berarti ada kesalahan tata ruang yang dari awal tidak diantisipasi,” tegas Asep.
Pemkab Bekasi berharap, melalui pemanggilan ini, para pengembang dapat lebih bertanggung jawab dan berperan aktif dalam memperbaiki sistem drainase serta tata ruang, sehingga persoalan banjir di kawasan perumahan tidak terus berulang.***




