BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini masih melakukan perbaikan jalan rusak secara sementara dengan metode tambal sulam di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut diambil sebagai respons cepat terhadap kerusakan jalan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik-titik perbaikan tersebar di beberapa kawasan, di antaranya Tarumajaya, Babelan, Kalimalang, Jatimulya, hingga Cikarang Barat.

Baca Juga: Rapat Minggon Perdana 2026 di Setu Bahas Pemilihan BPD dan Agenda Pembangunan Desa

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan Unit Reaksi Cepat (URC) untuk melakukan penanganan darurat.

Menurut Lincoln, tingginya curah hujan dan kondisi cuaca yang masih tidak menentu menjadi kendala utama sehingga perbaikan jalan secara menyeluruh belum dapat dilaksanakan. “Perbaikan total belum bisa dilakukan.

Saat ini hanya penambalan darurat atau tambal sulam di titik-titik kerusakan yang berpotensi membahayakan pengendara,” ujar Henri Lincoln, Rabu, 28 Januari 2026.

Baca Juga: Sawah Kebanjiran di Kabupaten Bekasi Capai 5.168 Hektare, Ribuan Petani Terancam Gagal Panen

Ia mengungkapkan, tercatat sebanyak 34 ruas jalan mengalami kerusakan berat akibat banjir. Data tersebut akan menjadi acuan dalam menentukan prioritas pelaksanaan perbaikan jalan rusak secara permanen ke depannya.

Pemkab Bekasi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintasi ruas jalan yang berlubang, terutama setelah hujan deras. Genangan air disebut dapat memperparah kondisi jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan.***