BEKASI.POJOKSATU.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 210 kejadian bencana hidrometeorologi yang tersebar di 48 desa pada 15 kecamatan, berdasarkan data per 31 Januari 2026 pukul 13.00 WIB.

Bencana tersebut didominasi banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.

Jumlah warga terdampak mencapai 48.449 jiwa, dengan 1.270 jiwa di antaranya harus mengungsi di 16 titik pengungsian yang tersebar di tujuh kecamatan.

Baca Juga: Penyakit Kulit dan Ganguan Pernapasan Paling Banyak Dialami Korban Banjjir di Bekasi

Wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Babelan, Sukawangi, dan Pebayuran. Selain itu, lahan pertanian seluas 6.487 hektare turut terdampak.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan.

“BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor, serta segera melaporkan kondisi darurat melalui kanal resmi BPBD Kabupaten Bekasi,” ucap dia.***