BEKASI.POJOKSATU.ID - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhamad Rochadi, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyempurnaan Terminal B Cikarang.
Meski pembangunan fisik terminal tersebut telah dinyatakan rampung dan belum ada alokasi anggaran lanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Rochadi, yang akrab disapa Adi, menyampaikan bahwa pembangunan Terminal B Cikarang telah mencapai 100 persen pada tahun anggaran 2025 dan kini sudah dapat digunakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Pelanggaran Lalu Lintas di Bekasi Masih Tinggi, Polisi Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi demi meningkatkan kenyamanan dan estetika terminal.
“Alhamdulillah kemarin (akhir 2025) sudah selesai, tinggal kita mengawal berjalannya terminal yang baik, sehingga kalau ada kekurangan kita bisa menyiapkan kembali di tahun-tahun berikutnya,” ujar Rochadi, Senin 2 Februari 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Rochadi saat melakukan kegiatan pengawasan terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bekasi.
Baca Juga: Aksi Tawuran Berhasil Digagalkan Polisi di Bekasi, Remaja Diamankan Beserta Sajam
Ia menekankan bahwa tugas wakil rakyat tidak berhenti pada peresmian atau selesainya pembangunan fisik, melainkan memastikan fasilitas publik tersebut benar-benar berfungsi optimal bagi masyarakat.
“Sudah selesai 100 persen di anggaran 2025 alhamdulillah. Kalau masih ada yang kurang, mohon dimaklumi. Tapi saya berkomitmen untuk terus mengawal penyelesaian dan penyempurnaan Terminal B Cikarang,” tegasnya.
Menurut Rochadi, saat ini prioritas utama adalah memastikan terminal dapat beroperasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Baca Juga: 10 Daftar Usulan Prioritas Desa Cikarageman
Penataan lanjutan, seperti mempercantik kawasan dan meningkatkan fasilitas pendukung, akan diperjuangkan pada kesempatan anggaran berikutnya.
“Sekarang yang penting bisa operasional dulu. Gedungnya bisa dipakai, masyarakat bisa menunggu bus dengan nyaman. Nilai kontrak pembangunannya Rp7,3 miliar dan berakhir Desember 2025,” ungkapnya.
Meski demikian, Rochadi tak menampik bahwa kondisi fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengalami tekanan berat.
Hal tersebut berdampak pada belum dialokasikannya anggaran lanjutan untuk penataan Terminal B Cikarang pada tahun 2026.
“Belum karena kekuatan fiskal kita sangat ambruk. Dana transfer ke daerah dipotong 25 persen atau sekitar Rp2,5 triliun. Target pendapatan juga tidak tercapai, sehingga defisit yang sudah terlihat mencapai Rp3 triliun,” jelasnya.
Baca Juga: Panitia Pengisian BPD Muktijaya Resmi Dibentuk
Ia menegaskan, di tengah keterbatasan anggaran tersebut, efisiensi menjadi langkah yang tidak bisa dihindari agar roda pemerintahan tetap berjalan.
Kendati demikian, Rochadi memastikan aspirasi masyarakat terkait penyempurnaan Terminal B Cikarang tetap akan diperjuangkan.
“Kita harus efisiensi supaya pemerintahan tetap berjalan. Tapi saya tetap berkomitmen mengawal terminal ini agar ke depan bisa semakin baik dan benar-benar menjadi fasilitas publik yang membanggakan,” pungkasnya.***




