BEKASI.POJOKSATU.id - Sedikitnya 171 titik bencana hidrometeorologi terjadi di Kabupaten Bekasi. Ribuan rumah terendam banjir, longsor dilaporkan di sejumlah wilayah, dan satu kejadian angin puting beliung tercatat akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan informasi yang diterima Pojokbekasi, total sebanyak 27.838 kepala keluarga (KK) terdampak bencana.
Ribuan warga tersebut tersebar di 43 desa yang berada di Kecamatan Babelan, Muaragembong, Tarumajaya, Tambun Utara, Sukawangi, Cabangbungin, Tambelang, dan Sukatani.
Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan bencana dipicu curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut menyebabkan luapan sungai serta genangan air meluas, khususnya di wilayah pesisir dan dataran rendah.
“Bencana didominasi banjir dengan tinggi muka air berkisar antara 10 hingga 90 sentimeter. Selain itu, terdapat juga kejadian longsor di beberapa titik serta satu peristiwa angin puting beliung,” kata Muchlis, Kamis 5 Februari 2026.
Ia menjelaskan, Kecamatan Babelan menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah. Banjir dan longsor merendam permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum, sehingga memaksa sebagian warga meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga : Pergerakan Tanah Rusak Rumah Warga di Bekasi, BPBD Tegaskan Ini Tanggung Jawab Pengembang
BPBD mencatat, sebanyak 991 KK atau 3.824 jiwa saat ini mengungsi di 11 lokasi pengungsian. Lokasi tersebut memanfaatkan masjid, sekolah, gedung serbaguna, ruko, hingga rumah warga yang berada di Kecamatan Babelan, Muaragembong, dan Tarumajaya.
Tak hanya permukiman, bencana juga berdampak pada sektor pertanian. Sekitar 6.487 hektare lahan pertanian dilaporkan terendam banjir. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi warga serta ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bekasi.
Muchlis menambahkan, BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur gabungan telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat, mulai dari pendataan hingga evakuasi warga terdampak.
Baca Juga : Kemacetan Stasiun Bekasi Jadi Sorotan, Ini Langkah Pemkot Bekasi untuk Menguranginya
“BPBD bersama unsur terkait telah melakukan pendataan, evakuasi warga, pendirian tenda pengungsian, serta penyaluran bantuan logistik. Kami juga terus berkoordinasi dengan dinas dan instansi teknis untuk penanganan lanjutan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Risiko banjir susulan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan, seiring intensitas hujan yang masih tinggi.
Warga di wilayah rawan bencana diminta segera mengikuti arahan petugas serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.***




