BEKASI.POJOKSATU.id – Banjir kembali merendam puluhan titik di Kabupaten Bekasi pada Jumat, 20 Februari 2026.
Sedikitnya 17.738 keluarga terdampak dan harus menjalankan ibadah puasa di tengah genangan yang belum juga surut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, bencana kali ini mencakup 64 titik kejadian yang tersebar di 22 desa dan 9 kecamatan. Ketinggian air bervariasi, mulai dari puluhan sentimeter hingga lebih dari satu meter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan pihaknya saat ini memprioritaskan keselamatan warga di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
“Fokus kami adalah memastikan keselamatan jiwa di tengah kondisi cuaca ekstrem ini,” ujar Muchlis, Sabtu 21 Februari 2026.
Ia menjelaskan, banjir menjadi ancaman paling masif bagi warga yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Aktivitas sahur dan berbuka pun terganggu karena air merendam rumah-rumah warga.
Baca Juga : Selain Zakat Fitrah, Baznas Bekasi Tetapkan Fidyah Rp60.000 per Hari
“Kondisi di lapangan cukup menantang, terutama di Cikarang Utara. Di Desa Tanjungsari dan Karangraharja, ketinggian air mencapai 50 hingga 170 sentimeter,” jelas dia.
Akibat kondisi tersebut, puluhan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Tercatat 94 keluarga atau 376 jiwa telah dievakuasi ke sejumlah titik pengungsian.
BPBD bersama aparat setempat telah mendirikan tenda pengungsian di tiga lokasi, yakni di Kantor Kecamatan Tambun Utara dan dua titik di Desa Karangraharja. Di lokasi tersebut, warga mendapatkan bantuan logistik serta kebutuhan dasar untuk menunjang aktivitas selama Ramadhan.
Baca Juga : Polsek Cikarang Barat Ungkap Penipuan Apple Watch yang Viral di Media Sosial, Dua Pelaku Diringkus
Selain banjir, warga juga dihantui potensi bencana lain seperti tanah longsor dan angin puting beliung.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda bencana susulan.
Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan serta pemantauan di sejumlah wilayah terdampak. Pemerintah daerah memastikan penanganan darurat terus dilakukan agar warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman di tengah situasi bencana.***




