BEKASI.POJOKSATU.ID - BPJS Kesehatan Cabang Cikarang terus mendorong percepatan transformasi digital di fasilitas kesehatan sebagai bagian dari penguatan layanan jaminan kesehatan nasional di Kabupaten Bekasi.

Langkah ini dinilai strategis untuk memstikan pelayanan berjalan lebih cepat, transparan, dan setara bagi seluruh peserta.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan penyerahan Penghargaan transformasi digital kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang digelar di Telaga Seafood, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Selasa 24 Februari 2026.

Baca Juga: Pungli di Jalur TPA Sumur Batu, Sopir Truk Sampah Mengaku Diintimidasi dan Kaca Spion Diketok

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Erwin Fadilah, mengatakan digitalisasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan berbasis JKN.

Sejumlah inovasi telah diimplementasikan, mulai dari antrean online, bridging klaim, rekam medis elektronik, hingga sistem biometrik.

“Melalui antrean online, bridging klaim, rekam medis elektronik, hingga implementasi biometrik, kami ingin memastikan peserta mendapatkan kepastian layanan tanpa waktu tunggu panjang serta sistem pembiayaan yang akuntabel,” ujar Erwin.

Baca Juga: Polisi Sita 5.250 Butir Tramadol di Pasirgombong, Tiga Terduga Pelaku Ditangkap

Ia menjelaskan, antrean online memungkinkan peserta mengatur jadwal kunjungan tanpa harus datang lebih awal dan menunggu lama di fasilitas kesehatan.

Sementara itu, sistem bridging klaim mempermudah integrasi data antara fasilitas kesehatan dan BPJS, sehingga proses administrasi dan pembayaran klaim menjadi lebih cepat dan transparan.

Rekam medis elektronik juga menjadi bagian penting dalam transformasi ini.

Baca Juga: Relokasi 200 UMKM ke Jalan Veteran, 50 Pedagang Alun-Alun Bekasi Masih Menunggu Kepastian Lapak

Dengan sistem digital, data pasien dapat diakses secara terintegrasi dan terdokumentasi dengan baik, sehingga meminimalkan risiko kesalahan administrasi maupun duplikasi layanan.

Implementasi biometrik pun diterapkan untuk memastikan keakuratan identitas peserta dan mencegah potensi penyalahgunaan.

Menurut Erwin, kemitraan antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan dibangun dalam posisi setara, bukan hubungan subordinatif.

Keduanya memiliki peran penting dalam menjamin keberlangsungan layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami memastikan kepesertaan dan pembayaran berjalan lancar, sementara rumah sakit dan puskesmas memastikan mutu pelayanan tetap optimal sebagai representasi hadirnya negara dalam sistem jaminan kesehatan,” tegasnya.

Baca Juga: Harga Daging di Bekasi Tembus Rp140 Ribu, Cabai Rawit Merah Capai Rp100 Ribu per Kilogram

Ia menambahkan, penghargaan transformasi digital diberikan kepada fasilitas kesehatan yang konsisten mengimplementasikan inovasi berbasis teknologi secara bertahap, mulai dari bintang satu hingga bintang tujuh.

Capaian pemanfaatan layanan digital yang telah melampaui 50 persen menjadi indikator bahwa perubahan tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.

Transformasi digital ini diharapkan tidak hanya mempercepat proses layanan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem JKN.

Dengan sistem yang semakin terintegrasi, pelayanan kesehatan di Kabupaten Bekasi ditargetkan menjadi lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Langkah modernisasi ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang BPJS Kesehatan dalam membangun sistem jaminan kesehatan nasional yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.***